17 October 2019
  • 17 October 2019
Breaking News

Yusril Sebut KPU Tidak Profesional

By on 30 July 2018 0 217 Views

Jakarta, ROC – Tidak dapat menunjukkan surat kuasa terkait sengketa bakal caleg 2019, Partai Bulan Bintang (PBB) menilai KPU tak professional. Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra menyebut KPU tidak profesional. Alasannya, komisioner KPU tidak dapat menunjukkan surat kuasa dan surat tugas menjalankan mediasi.

“Sebelum mediasi dimulai kami tanya, KPU kan anggotanya 7 orang, yang hadir dua orang, dua orang ini bisa nggak mengambil keputusan. Dia bilang kami ditunjuk oleh komisioner yang lain. Kalau ditunjuk mana surat tugasnya, kami hadir dengan surat kuasa DPP PBB, mana surat kuasa KPU dan surat tugasnya,” kata Yusril.

Yusril mempertanyakan,dua orang komisioner KPU tersebut karena tidak mempunyai surat kuasa dan surat tugas, dirinya menganggap bahwa kedua orang komisooner KPU tersebut tidak jelas statusnya.

“Ini kan kita memasuki persidangan dengan yang lain kalau kalian tidak mempunyai surat kuasa dan surat tugas, jadi kalian siapa. Kita menganggap KPU bekerja tidak profesional,” ujarnya.

Sementara, menurut komisioner KPU Ilham Saputra, menegaskan bahwa pihaknya tidak memerlukan surat kuasa dalam mediasi.

“Komisioner KPU kan orang yang ditunjukkan dalam proses hukum tadi, termohonlah. Kita kan bagian kolektif kolegial sehingga untuk proses mediasi tidak perlu juga surat kuasa, kecuali di ajudikasi,” kata Ilham.

Ilham mengatakan pimpinan mediasi yang juga anggota Bawaslu, Rahmat Bagja, menyatakan KPU tidak memerlukan surat kuasa. Tapi PBB, menurutnya, tetap meminta adanya surat kuasa.

“Pimpinan sidang Pak Rahmat Bagja juga sudah menyampaikan seperti itu, tapi yang bersangkutan ngotot,” ujar Ilham.

KPU sebelumnya sudah sepakat melakukan mediasi terkait sengketa yang diajukan PBB. Namun, karena deadlock, mediasi gagal dilakukan.

“Padahal kami sudah siap loh bermediasi, hasil diskusi kita (KPU), kita siap bermediasi, tapi ternyata teman-teman PBB tidak terima. Jadi prinsipnya adalah kami tadi siap bermediasi, tapi karena deadlock tidak terjadi mediasi,” tuturnya. [Red/Dtc]

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *