27 May 2020
  • 27 May 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Yuri : Pemerintah Setujui PSBB di Bodebek, Emil : Harus Satu Klaster Sebagai Jabodetabek

Yuri : Pemerintah Setujui PSBB di Bodebek, Emil : Harus Satu Klaster Sebagai Jabodetabek

By on 12 April 2020 0 63 Views

Ket.gbr: Jubir Achmad Yurianto dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil
(Foto: kolase/dok.BNPB/pemprov Jabar)

Jakarta, ROC — Pemerintah menyetujui Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk wilayah Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, serta Kabupaten dan Kota Bekasi (Bodebek). Tiga wilayah ini akan bersiap untuk menerapkan PSBB di wilayahnya masing-masing, menyusul DKI Jakarta, yang sebelumnya permohonannya disetujui dan telah menerapkan PSBB.

Hal tersebut disampaikan oleh juru bicara (Jubir) pemerintah terkait penanganan wabah Covid-19, Achmad Yurianto, saat ditanyakan mengenai progres dari pengajuan izin Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang diajukan sejak hari Rabu tanggal 8 April 2020 lalu.

“Sudah disetujui pemerintah, wilayah yang disetujui untuk melakukan PSBB sesuai dengan surat yang diajukan oleh Ridwan Kamil,” jelas jubir Achmad Yurianto, di Jakarta, Sabtu (11/4/2020).

Namun demikian, Yurianto tak menjelaskan kapan persetujuan itu diberikan. Dia juga tak membeberkan surat keputusan untuk wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi.

Kang Emil, Bodebek harus satu klaster dengan DKI Jakarta

Terkait PSBB tersebut, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil atau yang akrab disapa Kang Emil mengatakan surat permohonan PSBB Bodebek nantinya akan dinilai oleh Kemenkes. Saat itu, ia berharap keputusan PSBB bisa keluar dalam satu atau dua hari mendatang.

“Surat dari lima kepala daerah (Bodebek) sudah masuk ke kami (Pemprov Jabar) kemudian kami rekap dan hari ini Pemda Provinsi Jabar mengajukan PSBB untuk lima wilayah Bodebek, nanti akan direview oleh Kementerian Kesehatan mudah-mudahan sehari atau dua hari keluar keputusannya,” ujar Emil, beberapa hari lalu di Gedung Pakuan Bandung, Rabu (8/4/2020).

Emil berharap, kelima wilayah tersebut bisa masuk ke dalam PSBB Klaster DKI Jakarta dan namanya menjadi Klaster Jabodetabek. Karena menurutnya, data menunjukkan secara nasional 70 persen Covid-19 persebarannya ada di wilayah Jabodetabek.

“Ini mengindikasikan kita ingin satu frekuensi kebijakan dengan DKI Jakarta karena data menunjukkan secara nasional 70 persen Covid-19 persebarannya ada di wilayah Jabodetabek,” ujar Emil.

Emil mengatakan, apapun kebijakan DKI Jakarta harus diikuti oleh Bodebek. Selain itu, Bodebek juga nantinya bisa memberi masukan yang bisa dipertimbangkan oleh DKI Jakarta.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto telah menyetujui usulan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta. PSBB telah diterapkan di Jakarta sejak Jumat, tanggal 10 April 2020.

Usulan itu disetujui Terawan pada hari Selasa tanggal 7 April 2020. Melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/239/2020 tentang Penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar di Wilayah Provinsi DKI Jakarta dalam Rangka Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), Terawan menetapkan status PSBB di DKI Jakarta.

“DKI Jakarta akan melaksanakan PSBB sebagaimana digariskan oleh keputusan menteri, efektif mulai Jumat, 10 April 2020,” kata Anies dalam konferensi pers yang disiarkan Pemprov DKI, Selasa tanggal 7 April 2020.(red)

 

 

 

👉Terimakasih sudah membaca & membagikan link republikonline.com

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *