26 October 2020
  • 26 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Yasonna : Kejar Aset Maria Pauline Lumowa di Luar Negeri, Pengacaranya Terus Bermanuver

Yasonna : Kejar Aset Maria Pauline Lumowa di Luar Negeri, Pengacaranya Terus Bermanuver

By on 10 July 2020 0 125 Views

Ket.gbr: Menkum HAM Yasonna H Laoly (pakai topi)/(dok: Kemenkum HAM)

ROC – Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly berkomitmen terus mengejar aset yang dimiliki oleh tersangka pembobol kas BNI, Maria Pauline Lumowa yang berada di luar negeri.

“Kita akan mengejar terus. Bersama penegak hukum, kita akan melakukan asset recovery (pengembalian aset) yang dimiliki Maria Pauline Lumowa di luar negeri,” ujar Yasonna dalam jumpa pers di Bandara Seokarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (9/7).

Yasonna menegaskan, pihaknya akan menempuh berbagai upaya hukum untuk membekukan aset milik perempuan yang buron selama 17 tahun itu.

Selain itu juga pemblokiran terhadap akun yang dimilikinya. Proses tersebut akan dilakukan setelah Maria menjalani proses hukum di tanah air. Dia mengatakan bahwa proses pengejaran aset itu akan dilakukan secara bertahap.

“Ini tidak bisa langsung. Semuanya merupakan proses, tetapi kita tidak boleh berhenti. Semoga upaya ini bisa memberikan hasil baik bagi negeri sekaligus menegaskan prinsip bahwa pelaku pidana mungkin saja bisa lari, tetapi mereka tidak akan bisa sembunyi dari hukum kita,” kata Menteri Yasonna.

Dalam kesempatan itu, Yasonna juga menjelaskan alasan dirinya memimpin proses ekstradisi terhadap Maria Pauline.

“Ini untuk menunjukkan keseriusan bahwa Indonesia berkomitmen untuk tujuan penegakan hukum. Puncaknya adalah pertemuan saya dengan Presiden Serbia pada awal pekan ini untuk menegaskan proses ekstradisi Maria Pauline Lumowa,” kata dia.

Yasonna juga menyampaikan bahwa masa penahanan Maria Pauline Lumowa, akan habis pekan depan. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Hukum dan HAM meningkatkan intensitas percepatan ekstradisi ini selama sebulan terakhir.

Pengacara Maria Pauline Lumowa terus bermanuver

Menteri Yasonna juga mengatakan, Maria Pauline Lumowa bisa saja lepas demi hukum apabila pemerintah Indonesia tidak menjemputnya di Serbia. Pasalnya, menurut Yasonna, Pemerintah Serbia harus melepas Maria pada 16 Juli 2020 mendatang. Atau setahun setelah otoritas Serbia menangkap Maria 16 Juli 2019. Oleh karena itu, Yasonna berterima kasih kepada pemerintah Serbia yang membantu menangkap dan menahan Maria.

“Tahun lalu ditangkap oleh Serbia, ditahan di sana, dan Serbia memberitahukan kepada Indonesia. Ini menjadi sangat penting kita kejar sekarang karena 16 Juli yang datang ini secara hukum dia harus dilepas oleh Pemerintah Serbia,” kata Yasonna seperti dalam tayangan televisi nasional, Kamis (9/7).

Politikus PDI Perjuangan ini juga berterima kasih kepada Presiden Serbia Aleksander Vucic yang membantu agar Maria mempertanggungjawabkan perbuatannya dan diadili di Indonesia.

Dia juga menyatakan, pengacara Maria di Serbia juga melakukan berbagai cara agar buronan BNI itu bisa bebas. Bahkan, ada negara yang siap menampung melindungi Maria.

“Pengacaranya terus melakukan manuver. Termasuk ada salah satu negara Eropa yang mencoba meminta kepada pemerintah Serbia supaya beliau diadili saja di Belanda. Itu sebabnya kita betul-betul berupaya keras untuk mengekstradisi. Ini di injury time,” kata Yasonna.

Seperti diketahui, Maria Pauline Lumowa merupakan salah satu tersangka pembobolan kas BNI lewat Letter of Credit (L/C) fiktif senilai Rp1,2 triliun. Maria menjadi buronan penegak hukum Indonesia selama 17 tahun tahun terakhir, setelah terbang ke Singapura pada September 2003 atau sebulan sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh tim khusus bentukan Mabes Polri.

Pemerintah Indonesia sebenarnya dua kali mengajukan proses ekstradisi Maria Pauline Lumowa kepada Pemerintah Kerajaan Belanda pada 2009 dan 2014, namun dua kali itu pula ditolak. Permintaan ekstradisi diajukan kepada Pemerintah Belanda karena perempuan kelahiran Paleloan, Sulawesi Utara, tersebut didapati sudah menjadi warga negara Belanda sejak 1979. Maria Pauline Lumowa kemudian ditangkap oleh petugas NCB Interpol Serbia saat mendarat di Bandara Internasional Nikola Tesla pada Juli 2019. Penangkapan dilakukan berdasarkan red notice pada 2003.(red)

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *