23 April 2021
  • 23 April 2021
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Wapres Ma’ruf Amin Sebut Vaksinasi Tidak Membatalkan Puasa

Wapres Ma’ruf Amin Sebut Vaksinasi Tidak Membatalkan Puasa

By on 18 March 2021 0 70 Views

Wakil Presiden Maruf Amin saat menerima Vaksinasi dikediaman resmi Wakil Presiden Jakarta Pusat. Foto: Setneg/Setwapres.

ROC – Wakil Presiden Maruf Amin mengajak masyarakat supaya mengikuti vaksinasi Covid-19. Dia juga meyakinkan bahwa vaksinasi Covid-19 yang dilakukan saat bulan Ramadan tidak akan membatalkan puasa.

“Satu hal yang barangkali untuk diketahui masyakarat. Seperti yang saya pernah katakan, fatwa MUI juga sudah keluar, bahwa vaksinasi di bulan Ramadan tidak membatalkan puasa,” ujar Maruf usai menjalani vaksinasi Covid-19 dosis kedua, Rabu (17/3).

Dia pun menerangkan, vaksinasi Covid-19 tidak akan membatalkan puasa karena proses injeksi tidak dilakukan melalui lubang yang tersedia pada tubuh manusia, seperti hidung, mulut, telinga, namun diinjeksi melalui lengan.

“Yang membatalkan itu kalau masuk dari hidung, dari mulut atau dari telinga dan lubang yang lain. Tapi karena vaksin itu disuntik, bukan dari lubang itu, itu tidak membatalkan puasa,” terangnya.

Maruf sendiri telah mendapatkan vaksin Covid-19 dosis kedua pada pukul 08.30 WIB di kediaman resmi wapres, Jakarta Pusat, Rabu (17/3).

Usai mendapatkan vaksin tahap kedua, Maruf mengaku tidak merasakan efek samping apapun. Karenanya, dia pun mengajak seluruh masyarakat, khususnya yang sudah lanjut usia agar turut melakukan vaksinasi Covid-19.

Dia juga berharap agar seluruh masyarakat mengikuti vaksinasi Covid-19 supaya kekebalan kelompok (herd immunity) bisa tercapai. Bila kekebalan masyarakat tercapai, diharapkan penularan Covid-19 pun dapat dicegah.

Meski sudah mendapatkan vaksinasi, Maruf mengingatkan masyarakat tetap patuh pada protokol kesehatan yakni memakai masker, mencuci tangan serta menjaga jarak. Tak hanya itu, dia juga berharap masyarakat turut menaati aturan terkait pembatasan yang diterapkan.

“Sebab tidak mustahil walaupun kita sudah divaksin, ada saja kemudian yang bisa tertular, jadi kita menjaga dan mematuhi aturan pembatasan,” ujar Maruf.

Red

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *