23 April 2021
  • 23 April 2021
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Wapres: Kelompok Anti-vaksin Covid-19 Berkurang, Pemerintah Terus Sosialisasi

Wapres: Kelompok Anti-vaksin Covid-19 Berkurang, Pemerintah Terus Sosialisasi

By on 25 February 2021 0 43 Views

ROC — Berdasarkan penilaian Wakil Presiden Maruf Amin, saat ini kelompok atau orang-orang yang anti-vaksin Covid-19 sudah mulai berkurang. Oleh karena itu, pemerintah pun terus melakukan sosialisasi tentang pentingnya vaksinasi.

“Ini yang terus kami sosialisasi. Saya melihat yang anti- vaksin ini kayaknya makin hari semakin kecil,” ujar Maruf dalam sebuah wawancara bersama wartawan di Jakarta, Rabu (24/2).

Dari apa yang dilihatnya di pemberitaan, kata dia, dalam proses vaksinasi saat ini terjadi antrean panjang di rumah sakit. Menurut dia, hal tersebut membuktikan antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap vaksin Covid-19.

“Saya melihat di televisi itu justru sudah ada antrean panjang di rumah sakit bahkan 1 kilometer dan banyak juga yang usia lanjut,” kata Maruf.

Ia mengatakan, antusiasme para lansia bisa jadi karena telah melihat proses vaksinasi yang dilakukan kepadanya beberapa waktu lalu.

Maruf Amin juga menegaskan tidak ada masalah setelah vaksinasi tersebut dan tidak ada masalah apa pun.

“Saya sehat, seusia saya, makanya saya juga ajak orang yang seusia dengan saya sekarang malah membeludak,” kata dia.

Antusiasme yang tinggi itu pun saat ini pengaturannya sedang dibenahi agar tidak terjadi antrean yang panjang.

Vaksinasi wajib hukumnya

Sebelumnya Ma’ruf Amin juga telah menerima vaksin Covid-19, pada Rabu (17/2) lalu. Usai mendapatkan vaksin, Ma’ruf pun mengajak masyarakat, terlebih warga lanjut usia (lansia), untuk ikut melaksanakan vaksinasi Covid-19.

“Alhamdulillah tidak ada masalah, tidak ada rasa sakit, tidak ada rasa pusing, biasa-biasa saja. Oleh karena itu, saya ajak semua yang usianya sudah cukup lanjut, di atas 70 tahun, untuk melakukan vaksin. Ternyata vaksin ini, Insya Allah tidak menimbulkan efek apa-apa,” ujar Ma’ruf.

Dia pun mengajak masyarakat untuk ikut melakukan vaksinasi Covid-19. Menurutnya, hal ini untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity. Pasalnya, herd immunity baru bisa dicapai bila 70% masyarakat Indonesia sudah divaksin.

Dia pun mengatakan, berdasarkan pandangan agama, masyarakat harus fardu kifayah, atau wajib mengikuti vaksinasi supaya bisa menjaga diri dari penyakit.

“Itu hukumnya wajib. Wajibnya sampai kapan, sampai nanti tercapainya herd immunity, sampai 70% tervaksin baru gugur kewajibannya. Itu fardu kifayah, artinya kalau belum tercapai itu, dia belum hilang kewajibannya. Kalau dia tidak melaksanakan itu berdosa, bagi mereka yang memang tidak bermasalah, kecuali yang memang ada sesuatu yang tidak boleh divaksin,” pungkasnya.

Red

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *