18 August 2019
  • 18 August 2019
Breaking News

Walikota Surabaya Ingin Mengembangkan Wisata Religius Ampel

By on 3 June 2019 0 40 Views

SURABAYA, ROC – Walikota Kota Surabaya, Tri Rismaharini terus akan mengembangkan Wisata Ampel dan sekitarnya. Untuk mengembangkan Wisata Religius Ampel Walikota Surabaya akan memindahkan kantor Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan Surabaya.

RPH yang berada di jalan Pegirian atau dikawasan Wisata Religius Ampel rencananya akan dipindahkan ke daerah Tandes. Pemkot Surabaya memiliki aset seluas 1,4 hektar yang sebelumnya digunakan oleh PT. Abbattoir Surya Jaya.

“Lahan ini sudah kita ambil lagi untuk digunakan RPH yang dari kawasan Ampel, karena Ampel sudah menjadi tempat Wisata Religius, sehingga tidak bisa digunakan lagi untuk RPH. Saya ingin Ampel menjadi tempat wisata,” kata Walikota diruang kerjanya.

Di daerah Tandes itu merupakan wilayah pergudangan. Makanya semua RPH akan dipindahkan ke sana. Artinya kawasan Ampel tidak ada lagi pemotongan hewan. “Nantinya dikawasan wilayah Ampel bersih dan tidak ada lagi pemotongan hewan. Karena RPH mengeluarkan limbah, padahal Ampel tempat Wisata Religius, kurang baik kalau dibiarkan,” ujarnya.

Walikota mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan appraisal atau penilaian terhadap nilai lahan di Tandes yang akan digunakan untuk RPH. Oleh sebab itu pemindahannya harus setara, sehingga perlu dihitung yang di Pegirian atau kawasan Ampel itu aset seluruhnya berapa dan yang di Tandes berapa. “Jadi pemindahan itu harus setara, di Tandes nilainya berapa ? RPH itu nilainya berapa ?, Setelah itu baru kita ambil alih,” katanya.

Walikota menjelaskan bahwa di Tandes nanti Pemkot Surabaya akan membuat treatment limbah yang bagus, karena tempat itu akan menjadi rumah pemotongan hewan semuanya. Dan kalau dipastikan bahwa jika dihitung secaa kasar atau penghitungan sementara, nilai aset yang di Tandes lebih tinggi dari RPH yang ada di Ampel sekarang ini.

Bekas kantor RPH yang ada dikawasan Ampel rencananya akan digunakan sebagai kantor pemerintahan, seperti kantor kelurahan atau puskesmas. Bahkan berencana sebagian lahan RPH untuk lahan parkir, sehingga tidak ada lagi parkir kendaraan dipinggir jalan. (HP)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *