21 April 2021
  • 21 April 2021
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Walau Bukan Prioritas Vaksinasi Mandiri Juga Diperlukan, ini Alasan Erick Thohir

Walau Bukan Prioritas Vaksinasi Mandiri Juga Diperlukan, ini Alasan Erick Thohir

By on 21 January 2021 0 78 Views

Ket gbr: Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan vaksin gratis adalah prioritas yang diutamakan tetapi vaksin mandiri ini juga diperlukan.

ROC – Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan,  vaksin gratis menjadi prioritas pemerintah di samping wacana vaksinasi mandiri.

Menurut Erick, Presiden Joko Widodo sudah mengambil kebijakan yang luar biasa dengan memberikan vaksin gratis ke masyarakat, misalnya ke tenaga kesehatan, TNI–Polri, dan warga yang membutuhkan.

“Tentu vaksin mandiri bukan prioritas, vaksin gratis adalah prioritas yang diutamakan tetapi kita tidak bisa menutup mata juga, vaksin mandiri ini juga diperlukan,” kata Erick dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR, Rabu (20/1).

Terkait vaksin mandiri, Erick mengaku telah berbicara dengan berbagai pihak, termasuk DPR dan kementerian terkait.

Ia mengatakan, jika nantinya ada vaksin mandiri, ada beberapa catatan dari Komisi VI DPR kepada pemerintah.

“Satu, vaksinnya berbeda jenis, jadi supaya yang gratis dan mandiri tidak tercampur, jadi merek vaksinnya berbeda,” kata Erick.

“Yang kedua, utamakan vaksin gratis, jadi vaksin gratis harus berjalan, ke depan baru nanti kalau ada yang mandiri setelah itu,” ujarnya.

Erick mengatakan, sebenarnya dalam surat keputusan (SK) Kementerian Kesehatan sudah ada penjelasan tentang perbedaan vaksin gratis dengan yang mandiri.

Kementerian BUMN, menurut dia, tinggal menerapkannya saja bisa berjalan atau tidak.

“Kalau memang nanti vaksin mandiri ini ada, ya kami siap melaksanakan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Erick Thohir memastikan bahwa tidak ada cip di dalam pendistribusian 1,2 juta dosis vaksin gratis Covid-19 untuk masyarakat.

Hoaks soal cip tersebut berkaitan dengan barcode pendistribusian yang ada di botol vaksin.

“Jadi bukan vaksin di dalamnya ada cip ke badan kita, tapi ini barcode di botol vaksin,” kata Erick.

Menurutnya, fungsi dari barcode tersebut untuk memperjelas posisi vaksin dalam penomoran yang akan dimasukan ke dalam kotak.

“Jadi kalau di dalam kotak itu ada 10 botol, diambil satu ketahuan,” tambah Erick.

Nantinya, kotak tersebut juga kemudian dimasukan ke dalam kotak pendingin yang lebih besar lagi untuk dikirim ke berbagai daerah dengan menggunakan truk.

Selain itu, dengan teknologi tersebut, pengiriman vaksin dapat dimonitor lokasi dan temperaturnya.

“Jadi kita tahu berapa jamnya dan termometernya terukur ketika sampai,” lanjutnya.

“Setelah terbuka itu juga terdeteksi, oh itu sudah diambil. Karena tugasnya kami kan (mengirim) sampai ke gubernur,” pungkasnya. (red)

 

 

👉Terimakasih sudah membaca & membagikan link republik-online.com

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *