12 November 2019
  • 12 November 2019
Breaking News
  • Home
  • Daerah
  • Jawa Timur
  • Visualisasi Berdirinya Kota Kediri, Terpapar dalam Upacara Adat ‘Manusuk Sima’

Visualisasi Berdirinya Kota Kediri, Terpapar dalam Upacara Adat ‘Manusuk Sima’

By on 29 July 2019 0 89 Views

Kediri, ROC – Pemerintah Kota Kediri, menggelar Upacara Adat Manusuk Sima sebagai visualisasi dari sebuah peristiwa dimana telah terjadi selama 1140 tahun yang lalu, merupakan sejarah berdirinya Kota Kediri berdasarkan Prasasti Kwak yang ditemukan di Desa Ngabean, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah pada tahun 1892.

Walikota Kediri,Abdullah Abu Bakar mengatakan bahwa manusuk sima ini mengandung arti penetapan sawah pategalan seluas empat tampah, acara ini akan diselenggarakan bertepatan dengan Hari Jadi Kota Kediri, pada tanggal 27 Juli ini.

“Pelaksanaan penetapan sawah pategalan ini pada masa kejayaan Raja Rakai Kayuwangi, tanah sima sangatlah subur, dialiri air patirtan tirtoyoso sehingga dapat mensejahterakan masyarakat Kota Kediri pada 1140 tahun yang lalu,” jelasnya.

Walikota mengungkapkan bahwa selama1140 tahun, Kota Kediri telah mengalami beberapa kali transformasi, yaitu dijadikannya Kediri sebagai Ibu Kota Kerajaan, dengan memiliki dermaga kapal pada masa lalu. Kediri dulu menjadi kota dagang  dengan Arab, China, Malaka serta Nusantara.

“Dulu tranformasi ada di bidang ekonomi, dengan manufaktur lama yaitu pabrik gula dan kemudian dengan manufaktur baru berupa industri rokok sampai saat ini menjadi kota berbasis jasa. Dari berbagai tranformasi yang harus kita syukuri adalah kisah dari perjalanan panjang Kota Kediri yang selalu membawa perubahan demi kebaikan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Abdullah meminta kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebudayaan leluhur ditengah keberagaman serta modernisasi dan kemajuan teknologi pada saat ini. Apa yang pernah disampaiakan oleh Presiden Pertama Indonesia Soekarno tentang Jas Merah, jangan sekali-kali meninggalkan sejarah.

“Dengan terus melestarikan sejarah Kota Kediri telah memperoleh hal yang positif, dari keharmonisan masyarakat dengan perbedaan yang ada. Maka semangat inilah akhirnya Pemerintah Kota Kediri abadikan sebagai tagline yaitu Harmoni Kediri The Service City, sebuah kota harmonis dengan pelayanan prima dari pemerintah kepada masyarakatnya,” ujarnya.

Manusuk Sima diperingati saat hari jadi Kota Kediri. Dan prosesnya diibaratkan napak tilas lahirnya Kota Kediri yang penuh sejarah ini. Kirab prasasti oleh para seniman dan budayawan menuju panggung untuk berlangsungnya prosesi inti. Dan di bacakan naskah jawa yang menggambarkan awal mula Kota Kediri serta prosesi Manusuk Sima yang diiringi dengan tarian khas Kediri.

Prasasti ber angka tahun 801 saka atau tanggal 27 Juli 879 Masehi. Jadi setiap tanggal 27 Juli untuk memperingati Hari Jadi Kota Kediri. (HR/HP)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *