28 October 2020
  • 28 October 2020
Breaking News

Uskup Agung dan 4 Pastor di Medan Positif Covid-19

By on 21 July 2020 0 173 Views

ROC – Uskup Agung Kota Medan Mgr Kornelius Sipayung dinyatakan positif terjangkit virus Corona atau Covid-19. Selain itu, berdasarkan hasil tes swab, ada empat pastor lainnya yang juga dinyatakan positif Covid-19.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Medan menyebut total orang positif Corona atau Covid-19 di Keuskupan Agung Medan (KAM) sebanyak 8 orang.

Saat ini, pihaknya melakukan tracing kepada mereka yang kontak erat dengan Uskup Agung Medan, Kornelius Sipayung dan 4 pastur lainnya yang dinyatakan positif Covid-19.

Uskup dan para pastor diduga terpapar Covid-19 dari luar mengingat banyaknya kegiatan yang dilakukan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Medan, dr Mardohar Tambunan mengatakan, untuk mendapatkan informasi dari mana mereka terpapar, harus dirunut ke belakang.

“Mereka yang positif itu ada 8, yakni uskup, pastor ada 4, lalu suster, pembantu dan salah satu petugas kebersihan kebun,” kata Mardohar kepada wartawan ketika ditemui di Posko Covid-19 Medan, Senin (20/7) siang.

Informasi yang didapat dari dr Maria di RS Elisabeth, pada tanggal 27 Juni 2020, Pastor Mikail Manurung hadir dalam misa di Pasar 8 Ringroad yang saat itu juga dihadiri banyak suster dari berbagai cabang di berbagai daerah.

“Di situ beliau mengatakan, ada suster yang terpapar Covid-19, tapi itu sudah lama, sesudah beliau dirawat lalu coba ditelusurinya ke belakang. Bahwa saat misa di Pasar 8 itu, ada salah satu suster dari Kabanjahe yang positif,” katanya.

Satu hari kemudian, Pastor Mikail Manurung mengikuti pertemuan di Keuskupan Agung Medan yang saat itu dihadiri Uskup Agung Medan, Kornelius Sipayung, Parlindungan Purba dan lainnya.

Hingga akhirnya pada tanggal 7 Juli 2020, Pastor Mikail Manurung masuk RS Elisabeth Medan karena merasakan gejala batuk dan demam.

Tanggal 10 Juli, Pastor Mikail Manurung menjalani tes swab. Pada tanggal 13 Juli, hasil tes swab keluar yang menyatakan bahwa Pastor Mikail Manurung positif Covid-19.

“Yang pasti penularannya menurut hemat kami berdasarkan klinis dan masa inkubasinya, sepertinya dapatnya dari luar, bukan dari keuskupan sendiri. Cuma karena dalam satu rumah maka kontaknya cepat sekali,” katanya.

Mardohar menambahkan, sejak tanggal 5 hingga 10 Juli, Uskup Agung Medan, Kornelius Sipayung memiliki banyak kegiatan, mulai dari misa, pertemuan dengan cabang, baik itu di Dairi, Binjai dan lainnya.

Kornelius masuk ke RS Elisabeth pada 13 Juli, lalu dipindahkan ke RS Martha Friska sehari kemudian.

“Keadannya stabil. Masih terus lanjut pengobatannya,” kata Mardohar.

Menurut Mardohar, untuk melakukan tracing, pihaknya berkoordinasi dengan tim Gugus Tugas di Keuskupan mengingat suster maupun kontak erat berada di lokasi yang jauh.

Pihaknya melakukan penelusuran, terutama di keuskupan. Untuk mencegah penyebaran Covid-19, pada Senin pagi tadi, keuskutan sudah disemprot disinfektan.

Uskup Agung Medan positif corona

Diberitakan sebelumnya, Juru Bicara Keuskupan Agung Medan, RP Benjamin Purba OFMCap menyampaikan melalui akun YouTube Komsos KAM, media komunikasi sosial Keuskupan Agung Medan bahwa Uskup Agung Medan, Kornelius Sipayung dan 4 orang pastor dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan tes Polymerasi Chain Response (PCR).

Kempat pastor tersebut yakni Pastor Borta Rumapea, masuk (RS) 13 Juli, kondisinya meriang dan batuk. Lalu Pastor Melina Marbun, masuk pada 13 Juli, Pastur Ronwaldus masuk 15 Juli, kondisi batuk dan demam. Pastor Jodi Turnip masuk 16 Juli, demam dan lemas. Keempatnya positif Covid-19 berdasarkan tes PCR.

“Satu lagi belum ada hasil nona Kristiana, (masuk RS) 16 Juli. Pastor Petrus Simarmata dan Ferdinandus Saragih masih tinggal di kamarnya dan belum ada tanda-tanda. Keduanya nampaknya isolasi mandiri. Suster Imanuella masih isolasi mandiri,” katanya.

Pihak keuskupan menghimbau kepada seluruh ummat untuk mendoakan dan tidak menjenguk.

“Keuskupan agung Medan ditutup dulu untuk sementara. Semoga perawat bersungguh sungguh bisa merawatnya sehingga bisa segera sembuh, dan bagi yang pernah bertemu dalam 14 hari terakhir ini, untuk segera ke Puskesmas, untuk menjalani rapid test, agar bisa diketahui apakah juga terjangkit atau tidak,” pungkasnya.

(Red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *