23 April 2021
  • 23 April 2021
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Usai Vaksinasi Covid-19 Tahap Dua, Jokowi Lantik Kapolri Baru Hari ini

Usai Vaksinasi Covid-19 Tahap Dua, Jokowi Lantik Kapolri Baru Hari ini

By on 27 January 2021 0 127 Views

Ket gbr: Detik-detik saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengambil sumpah jabatan, mantan Kabareskrim Polri, Komjen Polisi Listyo Sigit Prabowo saat pelantikan sebagai Kapolri, yang digelar di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (27/1) hari ini. (Foto dok: fyz/ROC)

ROC – Presiden Joko Widodo (Jokowi) pagi tadi, telah menjalani vaksinasi Covid-19 tahap kedua, di Istana Kepresidenan. Sebelum vaksinasi Jokowi terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan. Usai menjalani proses vaksinasi tersebut, Jokowi langsung melantik Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri, yang menggantikan Jenderal Polisi Idham Azis, yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Rabu (27/1) hari ini.

Komjen Listyo Sigit Prabowo merupakan calon tunggal Kapolri yang dipilih oleh Jokowi untuk menggantikan Kapolri saat ini, Jenderal (Pol) Idham Azis yang akan memasuki masa pensiun pada akhir Januari 2021.

Setelah uji kepatutan dan kelayakan terhadap Sigit digelar pada Rabu (20/1/2021), rapat paripurna DPR mengesahkan keputusan Komisi III yang menyetujui pengangkatan Sigit sebagai Kapolri.

Persetujuan tersebut kemudian disampaikan Ketua DPR RI Puan Maharani kepada Jokowi melalui surat, dan diterima pihak Istana Kepresidenan, pada Jumat (22/1/2021) lalu.

Sebelumnya, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengungkap, ada sejumlah alasan yang mendasari Jokowi memilih Sigit, mulai dari faktor kapabilitas hingga loyalitas.

“Kan semua ada kriteria. Kapasitas, kapabilitas, loyalitas, integritas, itu bagian dari semua itulah,” kata Moeldoko di kantornya, Rabu (20/1) lalu.

Moeldoko mengatakan, seorang pemimpin puncak mempunyai tanggung jawab yang luar biasa. Tanggung jawab tersebut hanya dapat diemban oleh seseorang dengan kemampuan luar biasa pula.

Menurut Moeldoko, kapabilitas dan kapasitas Listyo dalam mengadopsi berbagai persoalan sudah terbukti baik.

Tak hanya itu, lanjut Moeldoko, seorang pemimpin juga harus berjiwa loyal terhadap negara. Integritas atau sejalannya kata dengan perbuatan juga tak bisa ditawar.

“Jadi semua agregat dari indikator-indikator yang dikenali dari awal itu memuculkan sebuah agregat, dan agregat itu seseorang akan dipilih, begitu. Jadi bukan karena macam-macam, jangan diartikan macam-macam,” ujarnya.

Red

 

 

👉Terimakasih sudah membaca & membagikan link republik-online.com

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *