22 October 2020
  • 22 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Usai Diuji Coba, Tilang Elektronik Mulai Berlaku di Surabaya

Usai Diuji Coba, Tilang Elektronik Mulai Berlaku di Surabaya

By on 16 January 2020 0 251 Views

ROC – Setelah melakukan uji coba selama satu minggu, sistem tilang elektronik atau e-tilang atau juga disebut Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) resmi berlaku di Jawa Timur. Dengan demikian, setiap pelanggaran lalu lintas yang terjadi akan secara otomatis tercatat.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono mengatakan, setelah Jakarta, baru Jawa Timur yang merespons pertama sistem tilang elektronik. Sehingga secara institusi, pihaknya mendukung penuh kegiatan ETLE di Jatim.

“Waktu itu diresmikan pertama di Jakarta dan yang merespon pertama adalah Jawa Timur. Kami tentu mendukung penuh jajaran Polda Jatim,” kata Istiono, Kamis (16/1).

Ia menambahkan, manfaat ETLE ini diakuinya cukup banyak. Sebab, alat ini dapat menggantikan manusia utamanya. “Jadi ini juga secara otomatis mengurangi pertemuan antara petugas polisi di lapangan dengan pelanggar,” tegasnya.

Istiono menjelaskan, e-TLE merupakan sistem pelayanan terpadu yang terintegrasi dengan program-program yang menangani agar masalah gangguan dari berbagai faktor yaitu faktor manusia.

“Kendaraan bermotor, alam dan sosial masyarakat. Selain itu program prioritas masing-masing pilar harus dapat diimplementasikan dengan baik oleh pemangku kepentingan dan masyarakat,” ujarnya.

Dia pun berharap, seluruh proses tilang yang telah terdigitalisasi akan dapat berjalan secara efwktif dan efisien. “Kebijakan digitalisasi proses tilang dengan memanfaatkan CCTV yang diharapkan seluruh proses tilang akan lebih efektif dan efisien,” ujar dia.

15 CCTV Tiap 15 Meter

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, secara infrastruktur, Surabaya sudah cukup siap. Ia menyebut, setiap 15 meter jalan, ada kamera CCTV di seluruh Surabaya.

“Kamera kami tiap 15 meter ada kamera kami di seluruh wilayah surabay. Kelebihan kamera kami, kamera lalu lintas 400 km per jam sehingga bisa menangkap pengemudi pelanggar,” ujarnya.

Dia menegaskan, kamera-kamera yang tersebar itu dapat diintegrasikan dengan Kepolisian. Sehingga, dapat mempermudah mendeteksi berbagai macam hal yang dibutuhkan.

“Didalam mobil bukan hanya wajah gerak gerik sudah bisa dipantau. Itu dihubungkan dengan data kependudukan, misal mobil sewa terpotret sudah terkonek kependudukan seluruh Indonesia,” papar Risma. (Red/Merdeka)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *