17 September 2019
  • 17 September 2019
Breaking News

Upacara HUT RI Insan Maritim Di Perairan Teluk Jakarta Pecahkan Rekor Dunia MURI

By Nico Jakarta on 19 August 2019
0 78 Views

Jakarta, ROC – Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) yang ke 74 tahun 2019, tidak hanya dimaknai sebagai lepasnya bangsa Indonesia dari belenggu penjajahan, kemerdekaan yang telah  direbut 74 tahun yang lalu juga bukan bermakna akhir dari perjuangan, namun lebih dari itu HUT RI ke 74 harus dimaknai sebagai moment pemersatu bangsa dan kita memiliki kewajiban untuk mempertahankan serta mengembangkan hasil kemerdekaan tersebut. Kemerdekaan harusnya membuat kita berbuat lebih untuk bangsa dan negara.

Demikian dikatakan  Direktur Polisi Perairan, Brigjen Pol Latief, dalam sambutannya saat bertindak selaku inspektur upacara HUT RI ke 74, yang dilaksanakan di perairan Teluk Jakarta sekitar Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman (PPNZ) Jakarta, Sabtu (17/8).

“Kita bersyukur, dapat bersama-sama hadir di tempat yang luar biasa ini untuk melaksanakan kegiatan yang juga luar biasa, yaitu upacara hari ulang tahun Republik Indonesia yang ke 74 di tengah laut,” kata Brigjen Pol Latief.

Sesuai dengan Tema peringatan HUT RI ke 74 ini yaitu “Sumber Daya Manusia Unggul, Indonesia Maju”, Brigjen Latief menyatakan, Tema tersebut mengandung makna bahwa pembangunan SDM yang unggul akan sangat mendukung kemajuan Indonesia artinya pembangunan SDM menjadi kunci keberhasilan dan kesuksesan bangsa indonesia di masa depan. Menurutnya, SDM Indonesia harus unggul dalam segala bidang sehingga dapat bersaing secara global terlebih ketika memasuki era industri 4.0.

“Kita sadar bahwa Industri yg berjalan di indonesia tidak cukup hanya dengan infrastruktur akan tetapi harus didukung dengan peningkatan kualitas SDM dan peningkatan SDM yang dapat di tempuh dengan perbaikan pendidikan untuk menjalankan kemajuan teknologi seiring kemajuan industri dalam menciptakan SDM yang unggul,” ungkapnya.

Dia juga menghimbau, untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, merawat serta menghormati kebhinekaan yg ada dan menjaga jiwa-jiwa yang tertuang dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, juga harus selalu meningkatkan solidaritas dan sinergitas kemitraan baik dengan masyarakat maupun instansi terkait.

“Solidaritas dan sinergitas kemitraan masyarakat dan instansi terkait khususnya dapat terlihat di dalam pelaksanaan upacara pagi ini, kita unsur maritim telah bersama-sama bahu  membahu mewujudkan kegiatan ini yg sungguh sangat luar biasa, olehnya itu marilah kita sama-sama berdoa semoga Allah selalu meridhoi setiap usaha dan langkah kita dalam mengisi kemerdelaan ini  dan agar senantiasa menjadi insan yang bermanfaat untuk keluarga agama bangsa dan negara kita tercinta,” ungkapnya.

Upacara HUT RI ke 74 yang dilaksanakan di atas kapal di tengah laut tersebut, telah memecahkan rekor dunia MURI yang diberikan secara simbolis oleh perwakilan Muri ke Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Agus Suherman, Direktur Polisi Perairan, dan Kepala PPSNZ Jakarta dan disaksikan oleh Kepala Pangkalan PSDKP Jakarta Pung Nugroho Saksono, serta perwakilan dari TNI AL, Bakamla, Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Bea Cukai, Basarnas, KPLP, dan PT. Perinus (Persero).

Brigjen Pol Latief menyampaikan apresiasi dan  penghormatan yang setinggi-tingginya kepada  seluruh unsur maritim yg berkesempatan hadir dengan penuh semangat dan dengan penuh kesungguhan.

“Terimakasih yang tak terhingga, kepada seluruh hadirin yang telah berkesempatan hadir, khususnya kepada saudara-saudara kita para nelayan di Pelabuhan Muara Baru, semoga Allah senantiasa memberi petunjuk kepada kita dalam melaksanakan pengabdian kepada bangsa dan negara, selamat hari ulang tahun Republik Indonesia yang ke 74 dirgahayu Negara Kesatuan Republik Indonesia, jayalah sellau bangsaku,” pungkas Brigjen Pol Latief.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta, Rahmat Irawan sangat bersyukur, karena pelaksanaan upacara tersebut berjalan dengan sukses sesuai dengan harapan.

“Kita sangat bersyukur, karena dari 1600 peserta upacara yang hadir bukan hanya stake holder dari insan maritim muara baru saja, tapi dari beberapa stake holder dan  berbagai instansi yang berada di teluk Jakarta ini, seprerti Lantamal, Pelindo, Bakamla, Dinas Kesehatan, Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Pelindo ll dan lainnya,” ungkapnya.

Menurutnya, menghimpun, menggerakkan dan mengumpulkan kapal dengan segala pertimbangannya itu bukan hal yang mudah, namun dengan berbagai upaya, dan dengan kerja sama, komitmen dan sinergitas dengan instansi dan stage holder laiinnya, maka terkumpul juga kapal nelayan sesuai dengan yang diharapkan.

“Sebanyak 74 kapal penangkap ikan ukuran lebih dari 30 GT terbanyak, dari Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman (PPSNZ) Jakarta,

yang menandakan peringatan kemerdekaan yang ke-74, bersama kapal pengawas perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), kapal polisi Polair, TNI AL, Polda, Mabes, Bakamla, Bea Cukai, KPLP, dan Basarnas,” kata Rahmat Irawan.

Sementara itu, Ketua DPP Himpunan Nelayan Purseseine Nusantara  (HNPN), James Then, yang bertindak selaku Pemimpin Upacara menyatakan, hampir seluruh stage holder dan instansi terkait mempunyai peran yang sangat penting dan kerja sama yang sungguh-sungguh dalam upaya terlaksananya upacara tersebut,

“Kita bekerja dengan berpedoman pada sejarah perjuangan bangsa yang mempertaruhkan nyawa darah dan harta, kita dengan seperti ini paling tidak ada upaya secara nasionalisme NKRI berkolabirasi dan bersinergi dengan berbagai pihak, dan kita yakin bahwa dengan usaha dan kerja sama yang baik, maka tak ada yang tak mungkin, semua pasti akan terlaksana,” kata James Than.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *