1 June 2020
  • 1 June 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Unjuk Rasa di Melbourne : Tuntut Lock Down Terkait Virus Corona di Dilonggarkan

Unjuk Rasa di Melbourne : Tuntut Lock Down Terkait Virus Corona di Dilonggarkan

By on 11 May 2020 0 38 Views

Foto: Aksi demonstrasi di Melbourne yang memprotes aturan pembatasan sosial (dok.ABCnews)

ROC — Kepala negara bagian Victoria, Premier Daniel Andrews telah mengumumkan sejumlah pelonggaran pembatasan sosial per hari ini, Senin (11/5).

“Pelonggaran pembatasan sosial itu akan mulai berlaku Selasa tengah malam nanti,” ujar Premier Daniel Andrews.

Warga kini diperbolehkan menerima tamu di rumahnya maksimal lima orang, serta diizinkan melakukan aktivitas kelompok di luar ruangan hingga 10 orang.

Sejumlah negara bagian di Australia sebenarnya akan melonggarkan aturan pembatasan sosial tersebut mulai pekan ini. Pada Jumat pekan lalu, Perdana Menteri Australia Scott Morrison juga telah mengumumkan rencana tiga tahapan untuk membuka kembali perekonomian secara aman dari Covid-19 mulai Juli mendatang.

Dilansir republik-online.com dari ABCnews, Senin (11/5), Daniel Andrews, mengambil keputusan tersebut pasca terjadinya aksi demonstrasi besar-besaran yang menentang pembatasan pergerakan sosial terkait pandemi virus Corona atau Covid-19, yang terjadi di Melbourne, hari Minggu (10/05) kemarin.

Polisi menangkap 10 orang terkait dengan aksi demonstrasi tersebut. Pada Senin (11/5), diketahui para pengunjuk rasa yang ditangkap dalam insiden itu dikenai tuduhan melanggar aturan pembatasan sosial, ketika melakukan aksinya di depan gedung Parlemen Victoria di pusat kota Melbourne.

Polisi mengawasi dengan ketat jalannya unjuk rasa, dimana sejumlah warga meneriakkan kata-kata “no lockdown” (atau tidak ada lockdown).

Mereka juga membawa poster bertuliskan “perjuangkan kebebasan dan hak-mu”.

Sejumlah pengunjuk rasa juga membawa topik lain, seperti menentang vaksinasi dan jaringan seluler 5G, dua isu yang banyak beredar di kalangan penganut teori konspirasi.

Seorang pengunjuk rasa yang sempat ditangkap tapi sudah dibebaskan, mengatakan kepada ABC bahwa polisi menjatuhkan denda sebesar AU$1.652 (sekitar Rp 16 juta) dengan tuduhan melanggar aturan ‘social distancing’.

Dua orang penyelenggara demonstrasi ikut ditangkap, tiga lainnya dikenakan tuduhan menyerang polisi dan seorang lagi dikenakan tuduhan melemparkan botol ke polisi.

Seorang polisi terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena diperkirakan mengalami cedera tulang rusuk.

Polisi yang dilengkapi masker pelindung memperingatkan para jurnalis untuk tetap menjaga jarak saat meliput demonstrasi tersebut.

Menurut keterangan Kepolisian Victoria, begitu aparat mulai melakukan penangkapan, massa langsung membubarkan diri.

Polisi mengatakan tetap menghormati hak masyarakat untuk berdemo, namun kesehatan dan keselamatan warga merupakan prioritas pertama saat ini.

“Polisi terus menyelidiki kejadian ini untuk mengidentifikasi semua peserta demo. Begitu teridentifikasi, kami akan mengirimkan denda kepada mereka,” demikian pernyataan salah seorang polisi.(idj/idj)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *