3 April 2020
  • 3 April 2020
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Umat Katolik Bulukumba Gelar Misa Malam Natal di Gedung PKK

Umat Katolik Bulukumba Gelar Misa Malam Natal di Gedung PKK

By on 24 December 2019 0 59 Views

ROC – Sedikitnya ada 200 jemaat Katolik di Kabupaten Bulukumba, Sulsel bakal menggelar ibadah misa malam natal bersama di gedung PKK. Penyebabnya, mereka tidak mendapat persetujuan dari warga yang akan menggelar ibadah di rumah pastor di Jalan Wahidin Sudirohusodo.

Hal ini dibenarkan oleh Kapolres Bulukumba, AKBP Syamsu Ridwan yang dikonfirmasi, Selasa, (24/12).

Kata dia, latar belakang warga tidak menginginkan umat Katolik itu menggelar ibadah natal di rumah pastor mereka, diawali kejadian sebelumnya.

Jadi dulu, kata Syamsu Ridwan, umat Katolik itu hendak membangun gereja di lokasi rumah pastor tersebut namun belum mendapat persetujuan dari warga sekitar. Sehingga pemerintah daerah ketika itu memberikan alternatif lokasi lain. Namun hingga kini, lokasi yang telah ditunjuk itu belum dibangun dan ibadah mereka tetap di rumah pastor yang rencananya akan dijadikan gereja.

“Suatu hari umat Katolik ini menggelar sebuah kegiatan dan di kop suratnya tertera nama gereja, ini dipertanyakan warga karena tempat itu belum resmi jadi gereja. Dan hingga kini, umat Katolik itu belum mendapat restu untuk membangun gereja di lokasi tersebut. Olehnya saat berencana melakukan ibadah natal di situ, mereka menuai protes,” jelas Syamsu Ridwan.

Namun Kapolres membantah muncul isu pembubaran paksa jika tetap dilakukan ibadah di tempat itu.

“Tidak ada isu pembubaran paksa, karena sejak kemarin kita bersama Forkopimda telah memfasilitasi pertemuan dan ditemukan kata sepakat. Pemerintah daerah memberikan dua opsi tempat yakni di ruang pola kantor bupati atau di gedung PKK. Dan umat Katolik yang berjumlah sekitar 200 orang ini memilih gedung PKK jadi tempat ibadahnya nanti, 25 Desember,” jelasnya.

Ditambahkan, untuk pengamanan perayaan natal dan tahun baru di Bulukumba, pihaknya menurunkan 300 personel untuk menjaga 1 gereja besar dan tiga tempat ibadah yang berupa gedung serba guna serta tempat ibadah umat Katolik di gedung PKK itu.

AKBP Syamsu Ridwan mengaku, tidak melakukan penebalan personel pengamanan setelah adanya riak soal lokasi ibadah ini. Kata dia, pengamanan tetap seperti rencana semula. Hanya saja, pihaknya mengintensifkan patroli. (Red/Merdeka)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *