22 May 2019
  • 22 May 2019
Breaking News

Trump Ancam Indonesia, Enggar: Jika Ditekan Siap “Perang”

By on 6 July 2018 0 100 Views

Jakarta, ROC – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan peringatan kepada Indonesia karena terjadi defisit perdagangan kedua negara. Jumlah ekspor ke AS lebih tinggi dibanding jumlah ekspor AS ke Indonesia.

“Dia sudah kasih kita warning bahwa ekspor kita lebih banyak pada dia dan kita harus bicara pada dia mengenai beberapa aturan-aturan di mana dia memiliki special tariff placement yang dia mau cabut. Terutama di bidang tekstil dan lain-lain,” ungkap Sofjan Wanandi, Ketua Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengusaha Indonesia ( Apindo) di kantor Apindo, Kamis (5/7/2018) malam.

Sofjan yang juga sebagai Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Jusuf Kalla juga sempat bertanya langsung kepada sejumlah orang hingga pimpinan di Amerika ketika belum lama ini berada di sana. Dari hasil perbincangannya, bahkan orang di Amerika sendiri tidak tahu apa yang akan dilakukan Trump ke depan sehingga mereka juga diliputi dengan ketidakpastian.

Sementara Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menanggapi terkait ancaman perang dagang Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Indonesia. Trump mengancam bakal mengenakan tarif ke-124 pada produk asal Indonesia menyusul defisit yang terjadi pada AS dalam hubungan dagang dengan Indonesia.

Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita. [Doc:Medco]

Enggartiasto mengakui bahwa kini Pemerintah AS sedang mengevaluasi keberadaan generalized system of preference (GSP) yang diberikan ke produk-produk asal Indonesia.

“Ya GSP-nya itu, kita termasuk dalam negara yang memiliki surplus besar, makanya kami juga sudah kirim surat dan kami sudah menyampaikan mengenai yang pasti ada perbedaan angka dulu, bagaimana menghitungnya, jumlah defisit mereka dengan surplus kita berbeda angkanya,” ujar Enggar di Gedung Kemendag, Jakarta, Kamis (5/7/2018).

Enggar meyakini bahwa berdasarkan hitungan yang dilakukannya surplus Indonesia bukan berasal dari daftar bea masuk untuk dikenakan. Untuk itu, pendekatan dan lobi digunakan Kemendag untuk menyampaikan hal tersebut. Enggar juga menambahkan, Duta Besar Indonesia di AS pun telah diminta untuk membantu Kemendag.

“Dubes kita di Amerika juga menyampaikan pendekatan dan saya sendiri melakukan komunikasi dengan Amerika untuk meyakinkan, sebab pada dasarnya kita tidak setuju dengan perang dagang karena semua pihak akan dirugikan, kita lebih senang kolaborasi,” tutur Enggar.

Meski demikian, Enggar menegaskan, Pemerintah Indonesia tak segan mengambil tindakan jika Trump tetap dengan ancamannya. “Tetapi, kalau kita dapat tekanan, maka hal itu (perang dagang) bisa kita lakukan. Sama halnya dengan AS dan China. Imbasnya akan berdampak di seluruh dunia,” sambung Enggar. [Red/Kompas]

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *