19 February 2020
  • 19 February 2020
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Tol Layang Jakarta Cikampek Dinilai Kurang Nyaman dan Aspal Kasar

Tol Layang Jakarta Cikampek Dinilai Kurang Nyaman dan Aspal Kasar

By on 16 December 2019 0 72 Views

Jakarta – Jalan tol layang terpanjang di Indonesia, Tol Jakarta – Cikampek (Japek) II elevated sudah bisa dilintasi oleh kendaraan sejak kemarin Minggu (15/12) setelah diresmikan Presiden Joko Widodo pada Kamis (12/12). Seusai diresmikan, jalan Tol Layang Jakarta Cikampek sepanjang 36,4 kilometer dibuka untuk umum, namun tidak semua jenis golongan kendaraan diperbolehkan untuk melintas.

Salah satu pengendara, Usman (35) menjelaskan, sepulang dari Jakarta dia tertarik untuk mencoba melalui jalan Tol Japek II elevated, ketinggian kurang lebih 15 meter di atas Tol Cikampek.

“Ada rasa khawatir juga awalnya melalui tol Japek II, tapi karena banyak juga kendaraan yang masuk jalur tol tersebut, kekhawatiran akhirnya sirna untuk menggunakan tol yang panjangnya sekitar 38 Km yang tidak menyediakan rest area, juga cuma bisa dilintasi dua jalur mobil. Awalnya sangat riskan kalau terjadi mogok di jalan saat memasuki tol layang ,karena cukup panjang,” kata Usman, Senin, (16/12).

Dia mengaku selama kurang lebih 48 menit dengan kecepatan rata – rata 80 Km/jam melintasi tol tersebut, mobilpun keluar di ruas tol arah Cikampek. Namun ada beberapa hal yang menurut dia sangat perlu mendapat perhatian khusus dari pihak pengelola Tol Japek II elevated ini, yang sangat mengurangi kenyamanan saat melintasi tol tersebut.

“Pertama, jalan yang dilalui belumlah terasa nyaman seperti jalan tol pada umumnya, lapisan aspal sangat terasa kasar, dan kontruksi bergelombang,” katanya.

Dia mengakui, jalan bergelombang tidak terlalu mengganggu kenyamanan, secara positif justru memberikan efek yang tidak monoton bagi pengemudi. “Hal itu bisa dipahami karena memang tol ini diselesaikan atas dasar untuk mengejar target penyelesaiannya,” imbuhnya.

 

Sambungan Blok Jalan yang Kasar

Usman menyebut, sambungan antar blok jalanan tersebut sangat terasa perbedaan tingginya. Bahkan ada sambungan yang terasa agak naik, sehingga efeknya kalau dilalui dengan kecepatan tinggi, kendaraan bisa melambung dibuatnya, namun dalam petunjuk kecepatan dalam melintas di tol tersebut sudah dibatasi antara 60 Km – 80 KMk/jam.

“Sambungan antar blok yang membuat kaget, kalau kondisi kecepatan tinggi,” tandasnya.

Hal lain dari pantauan tol layang Jakarta-Cikampek II yaitu kurang tingginya dinding kiri-kanan tol, dan terkesan kurang kokohnya dinding tersebut dan ini dirasa sangat mengkhawatirkan.

“Kalau kita melihat dinding kiri-kanan Tol Dalam Kota yang begitu kokoh, sehingga memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan.”

Secara umum keberadaan jalan tol Japek II elevated ini sangatlah dibutuhkan, terutama bagi kendaraan golongan I atau kendaraan kecil, agar tidak lagi menumpuk di jalan tol Jakarta-Cikampek yang dipadati oleh bus dan kendaraan truk yang besar-besar.

“Saya rasakan banget manfaatnya ketika mencoba melalui tol Japek II elevated kemarin. Bisa menghemat waktu yang lumayan, kalau biasanya melintas di jalan tol Jakarta-Cikampek bisa menghabiskan waktu sekitar 1,5 jam sampai 2 jam, dengan melalui Japek II bisa ditempuh cukup 48 menit,” tutupnya. (Red/Merdeka)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *