23 April 2021
  • 23 April 2021
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Tokoh Persatuan Islam Tionghoa, Anton Medan Meninggal Dunia di Usia 63 Tahun

Tokoh Persatuan Islam Tionghoa, Anton Medan Meninggal Dunia di Usia 63 Tahun

By on 16 March 2021 0 68 Views

Ket gbr: Almarhum Muhammad Ramdhan Effendi atau Anton Medan, diketahui sebagai seorang mantan preman, yang pernah mendekam di tahanan selama 18 tahun 7 bulan, namun setelah insaf dan bertaubat, juga telah banyak berbuat kebaikan bagi bangsa dan negara, almarhum kemudian dikenal sebagai pendakwah yang dijadikan panutan dan  bahkan dianggap sebagai salah satu tokoh bangsa. Foto/ist.

ROC – Tokoh Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Muhammad Ramdhan Effendi atau lebih dikenal dengan nama Anton Medan tutup usia. Beliau berpulang diusia 63 tahun, sekitar pukul 14.50 WIB di kediamannya Pondok Rajeg, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Senin (15/3/2021) dan akan segera dimakamkan hari ini, Selasa (16/3).

Berita duka tersebut beredar di hampir semua jejaring sosial hingga pagi ini. Kabar berpulangnya Anton Medan ini juga dibenarkan oleh Ketua Umum PITI, Ipong Sembiring.

“Anton Medan adalah salah seorang tokoh kami di Persatuan Islam Tionghoa,” ungkap Ipong Sembiring.

Anton Medan dikenal sebagai mantan perampok dan bandar judi yang kini telah insaf. Ia sempat menjadi Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) sejak 2012. Almarhum yang sebelumnya beragama Buddha, memilih memeluk Islam sejak 1992.

Jasa Anton Medan salah satunya adalah telah mendirikan rumah ibadah yang diberi nama Masjid Jami’ Tan Hok Liang. Anton Medan lahir Oktober 1957 di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara. Dia bernama lengkap Tan Hok Liang yang kemudian setelah memeluk Islam berganti nama menjadi Ramdhan Effendi. Almarhum dikenal sebagi orang yang sangat baik dan peduli sesama.

Menurut informasi yang diperoleh dari pihak keluarga, Anton meninggal setelah berjuang melawan sakit stroke dan diabetes yang diidapnya sakit sejak tiga bulan terakhir. Pihak keluarga juga sempat membawa almarhum ke RSUD Cibinong sebelum kembali ke rumah duka sekitar pukul 17.15 WIB. Sejak mengalami sakit, almarhum tidak berdakwah lagi. Namun tahun kemarin Anton Medan masih getol safari dakwah dan tausiah ke lapas-lapas dengan menggunakan biaya sendiri.

Dari berbagai sumber yang juga menyatakan turut berduka cita, diketahui sikap almarhum yang tak terlupakan dan patut ditiru adalah, saat almarhum bisa menjadi pembina narapidana se-Indonesia. Almarhum juga sempat mendirikan Yayasan Pesantren untuk para napi.

Di yayasan tersebut, para napi yang baru keluar dari penjara dibina agar menjadi lebih baik saat kembali ke masyarakat. Namun yayasan tersebut tak lagi beroperasi sejak beberapa tahun lalu karena kesehatan almarhum menurun.

Almarhum diketahui sangat memperhatikan para napi. Sebab, almarhum Anton Medan juga sempat mendekam di penjara dan mendapat hidayah di sana. Dari umur 12 tahun sudah masuk penjara dan bebas setelah 18 tahun 7 bulan.

Menurut rencana, Anton Medan akan dimakamkan di sekitar pondok pesantren yang didirikannya. Selamat jalan Muhammad Ramdhan Effendi, sosok yang sangat membanggakan, semoga Husnul Khotimah, diterima di sisi-Nya, diampuni segala kesalahannya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan. Semoga engkau tenang di alam sana. Aamiin.

Red

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *