2 June 2020
  • 2 June 2020
Breaking News

Tiwikrama Pemimpin Dalam Mengatasi Covid 19

By on 1 April 2020 0 213 Views

 

Penulis : Mayjen TNI (P) Dr Ir. H. Suharno, M. M

Jakarta, ROC – Sebaran virus Covid 19 telah merambah hampir seluruh pelosok negara. Jumlah kasus infeksi virus corona Covid-19 secara kumulatif di dunia masih terus mengalami peningkatan. Lebih dari 170 negara telah melaporkan kasus Covid-19.

Hingga Senin (30/3/2020) pagi, data real time yang dikumpulkan oleh John Hopkins CSSE menunjukkan, angka kasus positif sebanyak 786.608 kasus. Dari jumlah tersebut, 37.832 meninggal dunia dan 165.874 pasien telah dinyatakan sembuh.

Di Indonesia sendiri data terakhir (31/03/20) yang positif terinfeksi corona sebanyak 1.528 orang, 136 orang diantaranya meninggal dan 81 lainnya dinyatakan sembuh.

Menelaah dan meneliti perkembangan pandemi tersebut, alangkah baiknya jika negara secara tegas menerapkan phisycal distancing, dan mengecualikan lockdown, baik lokal maupun nasional.

Saya pribadi telah mencoba melalakukan praktikum selama 14 hari didalam ruangan kamar berukuran rasanya 2,5 x 2,5 meter. Hampir 80 persen kegiatan dilakukan dalam ruangan tersebut, sedangkan sisanya dipergunakan untuk hal yang urgent, semisal mandi, buang air dan membawa makanan.

Selama 14 hari, saya mencoba bereksperimen dengan makan makanan kering, menilik dari salah satu hadist, setiap pagi hari hanya sarapan 7 butir kurma azwa, dan segelas air. Sedangkan di siang hari atau malam hari (karena kebiasaan saya berpuasa senin Kamis), makan seadanya yang tersedia di dalam kulkas, seperti mie instant, roti dan kue kue kering lainnya. Dan Allhamdulillah, badan tetap sehat dan bugar setelah lepas masa karantina mandiri 14 hari tersebut.

Sosial/Phisical Distancing Ketat dan Disiplin

Kelompok A ; bisa mengisolasi diri sendiri, bekerja dirumah, ASN, Karyawan, belajar dirumah anak sekolah, berbaring/istirahat dirumah, swasta, petani, tahanan

Kelompok B; yang harus bekerja, tetapi harus mengikuti SOP ketat sesuai WHO atau SOP Indonesia

Kelompok C, A dan B, jika tinggal satu rumah harus disiplin ketat sesuai SOP WHO dan Indonesia

Jika cara 14 hari seperti tersebut diatas dilakukan oleh seluruh rakyat Indonesia.
“Insya Allah, Saya Yaqin, Wabah Indonesia langsung berlalu, selesai Tuntas, ..Tuntas, … Tuntas. .. !”

Jangan membiasakan atau mempersoalkan hal yang mudah menjadi dipersulit dan menjadi susah.

Metode diatas tentunya harus diawali dari niat dalam hati, dan secara serempak dikomando oleh pimpinan tertinggi negara ini. Membuat disiplin ini tugasnya Pemimpin yang sudah dipilih secara demokrasi. Jika tidak, makan rakyat tidak akan pernah bisa disiplin. Sudah sepatutnya jika demi kebaikan negara kita tercinta ini, pemimpin harus berani berubah menjadi Otoriter /Diktator /Tegas.

Seperti dikisahkan dalam lakon pewayangan, dimana dalam situasi sulit, Prabu Harjuno Sosro Bahu ber Tiwikrama. Berubah dari seorang raja yang semula lemah lembut, memimpin dengab penuh kasih sayang, berubah wujud menjadi raksasa yang mempunyai seribu tangan, serta membawa ribuan pusaka, agar 268 juta rakyatnya patuh dan disiplin.

Tidak perlu mengkhawatirkan kebutuhan hidup 260 juta masyarakat, Gudang Badan Urusan Logistik se Indonesia, dapat mencukupi hajat hidup rakyat selama 14 hari bahkan lebih, setelah masa phisycal distance 14 hari, saya yakin seluruh permasalahan akan tuntas. (Red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *