28 October 2020
  • 28 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Tim Pakar Satgas : Libur Panjang Jadi Pemicu Naik Drastisnya Kasus Covid-19 di Akhir Agustus

Tim Pakar Satgas : Libur Panjang Jadi Pemicu Naik Drastisnya Kasus Covid-19 di Akhir Agustus

By on 2 September 2020 0 93 Views

ROC – Anggota Tim Pakar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan, libur panjang pada Agustus lalu berpengaruh terhadap tingginya kenaikan kasus Covid-19 pada akhir Agustus.

Libur panjang membuat masyarakat melakukan mobilitas sehingga meningkatkan penularan Covid-19.

“Ya bisa jadi (kenaikan kasus dipengaruhi libur panjang). Kita melihat efek libur panjang terhadap kenaikan jumlah kasus yang ada,” ujar Dewi dalam talkshow daring yang ditayangkan di saluran YouTube BNPB, Rabu (2/9).

Kondisi ini, menurut dia, terutama terjadi di Jawa. Sebab, kata Dewi, mayoritas daerah penyumbang kasus Covid-19 tertinggi pada pekan terakhir Agustus ada di Jawa.

Mobilitas tinggi ini yang disebutnya membuka semakin banyak peluang penularan terjadi.

Hal yang perlu dicermati, kata Dewi, dampak dari libur panjang tidak terlihat dalam sehari atau dua hari setelah liburan.

“Tapi manifestasinya saat sudah ke RS dan diperiksa, saat sudah berjalan dan sebagainya. Sehingga ada delay (jeda) mungkin sekitar dua hingga tiga pekan baru kelihatan kenaikannya di mana,” kata Dewi.

Selain itu, hal yang juga perlu dicermati menurut dia yakni tren penularan secara klaster. Kondisi ini terjadi di Jawa.

“Misalnya di Jawa Timur ada klaster pesantren, di Jawa Barat ada klaster industri dan sebagainya,” ucap Dewi.

Sebelumnya, Dewi mengatakan, kasus Covid-19 mengalami kenaikan drastis pada pekan terakhir Agustus 2020.

Kenaikan yang terjadi dalam kurun waktu sepekan itu setara dengan 32,9 persen.

“Saya ingatkan secara cepat bahwa memang dalam pekan terakhir terjadi kenaikan kasus yang tinggi sekali yakni 32,9 persen,” ujar Dewi Rabu.

Dewi mengakui kenaikan ini cukup mengagetkan. Sebab, kondisi penularan Covid-19 di Indonesia pada tiga pekan pertama Agustus cenderung stabil.

“Tenang-tenang saja karena kenaikan bisanya empat persen, kemudian turun satu persen. Lalu bertanya-tanya kenapa kenaikan 32,9 persen dari pekan sebelumnya bisa terjadi,” lanjut Dewi.

Kemudian, berdasarkan data yang dihimpun oleh Satgas Penanganan Covid-19, ada lima kota yang menyumbangkan jumlah kasus Covid-19 dalam tinggi.

Kelimanya adalah DKI Jakarta (5.568 kasus), Jawa Barat (1.681 kasus), Jawa Timur (2.901 kasus), Jawa Tengah (1.309 kasus) dan Kalimantan Timur (1.019 kasus).

Berdasarkan data itu, Dewi menyebut empat dari lima kota penyumbang penularan kasus Covid-19 terbanyak di pekan terakhir Agustus berada di Jawa.

“Kalau dibandingkan dengan jumlah kasus di daerah yang sama pada periode sebelumnya itu kenaikannya signifikan. Jadi ada yangnaik 36 persen, 20 persen, 56 persen dan sebagainya,” kata Dewi.

Penambahan kasus baru Covid-19 di Indonesia mencetak rekor selama tiga hari berturut-turut.

Hal itu terjadi pada 27-29 Agustus 2020.

Pertama, pada 27 Agustus 2020 tercatat ada 2.719 kasus baru Covid-19 yang terjadi dalam 24 jam.

Kedua, pada 28 Agustus 2020 tercatat ada 3.003 kasus Covid-19 yang terjadi selama 24 jam.

Terakhir pada 29 Agustus 2020, ada 3.308 kasus baru Covid-19 yang terjadi dalam satu hari.

Angka penambahan kasus baru pada 29 Agustus lalu tercatat merupakan yang tertinggi selama enam bulan pandemi.

Berdasarkan update data terbaru dari pemerintah hingga 1 September 2020, penambahan kasus baru Covid-19 belum ada yang melampauai angka 3.308 kasus dalam sehari.

Satgas Ungkapkan Lonjakan Kasus Corona di Jakarta akibat Libur Panjang selama Bulan Agustus 2020. (red)

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *