30 November 2020
  • 30 November 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Terpidana Mati Kasus Narkoba, Cai Changpan Tewas 12 Jam Sebelum Ditemukan

Terpidana Mati Kasus Narkoba, Cai Changpan Tewas 12 Jam Sebelum Ditemukan

By on 20 October 2020 0 65 Views

Beberapa polisi berpakaian ‘preman’ berjaga di sekitar ex pabrik pengolahan limbah ban, tempat ditemukannya Cai Changpan yang tewas dengan cara gantung diri di Cikidung RT 02/09, Koleang, Jasinga, Kabupaten Bogor, Sabtu 17 Oktober 2020. (Dok. Istimewa)

ROC — Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana mengumumkan hasil autopsi jenazah terpidana mati kasus narkoba Cai Changpan dari RS Polri Kramat Jati. Dari hasil pemeriksaan itu, tim dokter menemukan luka lecet dari benda tumpul yang melingkari bagian leher, hingga menghambat aliran napasnya.

Luka tersebut diakibatkan dari tali yang digunakan Cai Changpan untuk gantung diri.

“Tidak ada luka lain. Tes NAPZA dari urine negatif. Kekerasan tumpul pada leher yang mengakibatkan korban mati lemas,” ujar Nana di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (19/10).

Selain itu Nana mengatakan polisi telah melakukan identifikasi fisik terhadap jenazah Cai Changpan. Dari hasil pemeriksaan itu, polisi menemukan ciri-ciri identik dari WNA Cina tersebut.

“Ada ciri-ciri identik dengan Cai Changpan, seperti sidik jari dan beberapa tato,” kata Nana.

Akhirnya, Nana Sudjana memastikan terpidana mati kasus narkoba Cai Changpan bunuh diri di pabrik pembakaran ban bekas miliknya.

Bunuh diri di pabrik pembakaran ban bekas miliknya

Seperti diketahui, sebelum terlibat kasus narkoba, Cai dan istrinya merupakan pengusaha pembakaran ban di kawasan Tenjo Bogor, Jawa Barat.

“Pabrik pembakaran ban ini milik Ibu Suni yang sudah dibeli dari saudara Cai Changpan sejak 2010,” ujar Nana.

Lebih jauh dijelaskan Nana, polisi mendapat laporan Cai Changpan bersembunyi di sana dari satpam pabrik. Mereka mengatakan ada sosok yang mencurigakan yang kerap bermalam di pabrik itu.

Polisi kemudian melakukan penyergapan pada Sabtu pagi, 17 Oktober 2020.

“Ini tanggal 16 Oktober kami dapat info, lalu 17 kami bergerak dan ditemukan Cai Changpan sudah menggantung diri,” kata Nana.

Sebelumnya diberitakan, Cai Changpan melarikan diri dari Lapas Kelas 1 Tangerang pada Senin, 14 September 2020 dini hari pukul 02.30. Ia kabur melalui sebuah lubang yang digalinya menggunakan sekop kecil, obeng, dan pahat selama delapan bulan. Lubang sepanjang 30 meter dengan kedalaman 2 meter itu tembus ke gorong-gorong luar Lapas.

Polisi kemudian membentuk tim gabungan dan melakukan menyisir seluruh bagian hutan. Nana menduga alasan Cai Changpan melakukan gantung diri karena merasa terdesak oleh 291 personel keamanan yang mengejarnya.

Apa lagi, Nana mengatakan polisi sampai melibatkan Brimob dan anjing pelacak dari unit K9 untuk mencari WNA Cina tersebut. Hal ini diduga membuat Cai Changpan kehabisan akal dan tempat bersembunyi.

“Mungkin di dalam pikirannya dia ingin ambil jalan pintas untuk bunuh diri di hutan Jasinga,” ujar Nana. (red)

 

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *