26 November 2020
  • 26 November 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Terkait Ujaran Kebencian Terhadap NU, Bareskrim Polri Tangkap Gus Nur

Terkait Ujaran Kebencian Terhadap NU, Bareskrim Polri Tangkap Gus Nur

By on 24 October 2020 0 102 Views

Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo

ROC — Badan Reserse Kriminal Polri menangkap Sugi Nur Raharja atau akrab disapa Gus Nur pada hari ini, 24 Oktober 2020. Ia juga telah ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga menyebarkan ujaran kebencian soal Nahdlatul Ulama (NU).

“Ya betul, atas laporan dari NU dan sedang dalam perjalanan dibawa ke sini (Gedung Bareskrim Polri),” ujar Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat dihubungi pada Sabtu (24/10).

Hal tersebut juga dibenarkan Direktur Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Polri Brigadir Jenderal Slamet Uliandi, menyatakan, Sugi Nur Raharja (Gus Nurdibawa) yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Iya benar, sudah jadi tersangka,” ujar Brigadir Jenderal Slamet Uliandi saat dihubungi pada Sabtu (24/10).

Menurutnya, Gus Nur sebelumnya telah ditangkap pada 24 Oktober 2020 dini hari di sebuah rumah di Malang, Jawa Timur. Ia pun kini sudah dalam perjalanan menuju Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, untuk diperiksa.

“Iya, sudah on the way,” kata Slamet.

Sebelumnya, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Cirebon melaporkan Gus Nur ke polisi pada 21 Oktober 2020. Ketua PCNU Kota Cirebon Aziz Hakim menyatakan bahwa Gus Nur telah berkali-kali melakukan ujaran kebencian terhadap Nahdlatul Ulama.

“Tentu kami merasa ini tidak boleh didiamkan, perlu kami mintai pertanggungjawaban Gus Nur. Oleh karena itu kami mencoba melapor ke Bareskrim Polri,” ujar dia usai membuat laporan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, pada 21 Oktober 2020 lalu.

Laporan PCNU Kota Cirebon itu pun diterima polisi dengan nomor LP/B/0596/X/2020/Bareskrim tertanggal 21 Oktober 2020.

Ketua Lakpesdam PBNU Rumadi Ahmad mendesak penegakan hukum tidak hanya dialamatkan kepada Nur Sugi, tapi juga pihak yang meproduksi dan menyebarkan konten ujaran kebencian melalui kanal YouTube dimaksud.

“Kami percaya, Polri akan melalukan penegakan hukum secara adil. Warga NU juga tidak perlu terpancing dan melakukan tindakan yang tidak perlu,” ujarnya. (red)

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *