25 January 2021
  • 25 January 2021
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Terkait Covid-19, Jokowi Minta Ada Perhatian Khusus di Jawa Tengah dan DKI Jakarta

Terkait Covid-19, Jokowi Minta Ada Perhatian Khusus di Jawa Tengah dan DKI Jakarta

By on 1 December 2020 0 71 Views

Presiden Joko Widodo (Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden)

ROC — Dikutip dari www.kemkes.go.id, total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia saat ini telah mencapai lebih dari 538.883 pasien.

Tercatat Corona di Indonesia per 30 November 2020 kemarin bertambah 4.617 Kasus, Total 538.883 Positif

Jumlah kasus terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19) di Indonesia, bertambah pasien 4.617 per Senin (30/11/2020).

Sebelumnya, pada Minggu (29/11/2020), jumlah penambahan kasus sebanyak 6.267 pasien.

Penambahan kasus tersebut menjadi rekor tertinggi virus corona di Indonesia.

Adapun total pasien positif Covid-19 pada Minggu kemarin yakni sebanyak 534.266 orang.

Lalu, jumlah pasien yang sembuh pada hari ini menjadi 450.518 pasien di seluruh Indonesia.

Pada hari sebelumnya, total pasien yang sembuh yakni 445.793 orang.

Sehingga, ada penambahan pasien sembuh sebanyak 4.725 orang.

Kemudian, total ada 16.945 orang yang dinyatakan meninggal dunia hingga Senin hari ini.

Sementara, data Minggu kemarin sebanyak 16.815 orang dinyatakan meninggal dunia.

Sehingga, jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia dalam 24 jam sebanyak 130 orang.

Perhatian Khusus di Jawa Tengah dan DKI Jakarta

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan jajarannya untuk memberi perhatian ekstra bagi upaya penanganan Covid-19 di Jawa Tengah dan DKI Jakarta.

Sebab, kedua wilayah tersebut mengalami peningkatan kasus Covid-19 pada beberapa hari terakhir.

“Saya ingin ingatkan bahwa ada dua provinsi yang menurut saya perlu perhatian khusus karena peningkatan dalam minggu ini.”

“Dalam dua-tiga hari ini, peningkatannya drastis sekali, yaitu Jawa Tengah dan DKI Jakarta,” ujarnya, Senin (30/11), dikutip dari laman presidenri.go.id.

Data yang diterima Presiden pada 29 November 2020, kasus aktif di Indonesia berada di angka 13,41 persen.

Meskipun angka tersebut masih lebih baik dari angka rata-rata dunia, Jokowi tetap meminta jajarannya untuk waspada.

Pasalnya, angka indikator yang sama pada minggu lalu masih lebih baik, yakni di angka 12,78 persen.

Demikian halnya dengan tingkat kesembuhan pasien yang minggu lalu berada di angka 84,03 persen, kini di angka 83,44 persen.

Penurunan tersebut disinyalir karena adanya peningkatan kasus-kasus di beberapa waktu belakangan.

Jokowi mengingatkan jajarannya di daerah mulai dari gubernur, bupati, hingga wali kota untuk memegang penuh kendali mereka di wilayah masing-masing mengenai penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi daerah.

Para kepala daerah dalam hal ini bertugas untuk memberi perlindungan kepada warganya.

“Tugas kepala daerah adalah melindungi keselamatan warganya dan juga sudah saya sampaikan, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi,” tegasnya.

Selain itu, Jokowi juga meminta kepada jajarannya mengenai perkembangan persiapan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dan pemulihan ekonomi secara nasional.

“Saya nanti juga minta kepastian mengenai vaksin dan mulainya vaksinasi,” imbuhnya.

(red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *