19 January 2021
  • 19 January 2021
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Terdakwa Leluasa Melenggang ke Persidangan, Meski Telah Rugikan Negara 12 Miliar

Terdakwa Leluasa Melenggang ke Persidangan, Meski Telah Rugikan Negara 12 Miliar

By on 26 November 2020 0 89 Views

ROC – Sidang Istimewa terdakwa handphone rakitan ilegal yang menghadirkan saksi ahli Heru Prasetyo dalam standarisasi managemen tata kelola teknologi informasi Direktorat standarisasi perangkat Pos dan informatika, untuk di dengarkan pendapatnya terkait perkara di pengadilan Negeri (PN), Jakarta Utara , Rabu (25/11).

Istimewanya terdakwa yang tidak ditahan terlihat leluasa melenggang ke persidangan  diduga mendapat angin segar, dalam kasus tersebut.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Dony SH, menghadirkan saksi ahli Heru Prasetyo ke persidangan .Menurut Heru di hadapan Ketua Majelis Hakim Dodong, sesuai UU konsumen terdakwa bisa ditahan, namun kenyataannya hingga perkara ini disidangkan setelah hampir satu tahun sejak digerebek aparat kepolisian di Ruko Toho, Penjaringan, Jakarta Utara, terdakwa Nicky Gunawan tidak ditahan.

Sementara saat sidang usai, saat ditanya wartawan, Hakim Dodong berbeda pendapat dengan ahli Heru Prasetyo, bahwa terdakwa diancam hukuman denda sehingga tidak dapat dilakukan penahanan terhadap terdakwa.

” Terdakwa tidak ditahan dari awal dari kepolisian dan ancamannya hanya denda,” kata Dodong.

Terdakwa Nicky Gunawan seorang Pengusaha  pabrik handphone rakitan illegal dipenjaringan Jakarta Utara, beberapa waktu yang lalu telah digerebek dan ditangkap oleh tim Unit V Krimsus Pokees Metro Jakarta Utara.

Berawal dari informasi warga, bahwa ada kegiatan perakitan handphone ilegal sejak akhir 2017.

Terdakwa digerebek pada Kamis (28/11/2019) silam, sekitar pukul 18.00 WIB. Setelah dilakukan penyelidikan dan benar Hasil penyelidikan telah ditemukan bahwa di tempat tersebut ada kegiatan memproduksi dan merakit handphone yang tidak memiliki izin postel (dokumen wajib perusahaan distributor atau produsen alat telekomunikasi).

Terdakwa Nicky ditangkap polisi beserta karyawannya di pabrik saat sedang melakukan kegiatan perakitan handphone. Saat itu ada 29 orang yang bekerja di pabrik tersebut. Tiga dibawah umur yaitu, HN (14 tahun), SA (15 tahun), MNI (16 tahun).

Sementara itu, menurut Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto menjelaskan, pelaku mendapatkan barang-barang untuk merakit handphone dari China. Setelah dirakit di Indonesia. Mereka mengimpor aksesoris dari China tanpa izin dari postel. Mereka juga mengimpor HP dari China tapi ketika dipasarkan belum berbahasa Indonesia.

Ditempat perakitan Polisi menemukan 16 ribu unit handphone rakitan. Dari pengungkapan kasus ini, negara mengalami kerugian sebesar Rp 12 miliar. (Nico)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *