28 October 2020
  • 28 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Tekan Penambahan Kasus Covid-19, Jokowi Tawarkan PSBB Tingkat Gampong

Tekan Penambahan Kasus Covid-19, Jokowi Tawarkan PSBB Tingkat Gampong

By on 27 August 2020 0 88 Views

Ket.gbr: Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat mengecek proyek pembangunan jalan tol pertama di Provinsi Aceh, yaitu tol Banda Aceh-Sigli yang memiliki panjang 74,2 kilometer, Selasa (25/8).

ROC – Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) menilai kasus Covid-19 di Aceh masih kecil dibandingkan provinsi lain. Ia menilai, angka tersebut bisa ditekan dengan menerapkan sejumlah strategi agar jumlah kasus tidak membesar. Salah satunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tingkat gampong.

“Memang strategi yang paling pas dari beberapa provinsi, kabupaten/kota yang melakukan adalah strategi intervensi berbasis lokal. Jadi PSBB di tingkat kampung, PSBB di tingkat desa, itu yang paling gampang untuk dikelola manajemennya,” kata Presiden saat memberikan pengarahan di Posko Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Aceh di Kantor Gubernur Aceh, Selasa (25/8) lalu, berdasarkan siaran pers dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Kamis (27/8).

Kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Aceh kemarin dalam suasana pandemi Covid-19. Selain meresmikan jalan tol ruas Sigli-Banda Aceh seksi 4 (Indrapuri-Blang Bintang), Presiden juga menyerahkan Banpres Produktif kepada pelaku usaha, dan memberikan arahan penanganan Covid-19 di Kantor Gubernur Aceh. Presiden didampingi oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo.

Sementara dari pejabat daerah hanya ada Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dan unsur Forkopimda. Itupun dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, seperti memakai masker dan jaga jarak. Sedangkan para bupati/wali kota dan pihak terkait mengikutinya secara virtual, termasuk juga masyarakat yang bisa menyaksikannya di akun Youtube Sekretariat Presiden.

Untuk diketahui, kasus penyebaran Covid-19 di Indonesia terus meningkat. Hingga Selasa (25/8) tercatat ada 157.859 kasus. Sementara di Aceh hingga kemarin tercatat 1.260 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Presiden menyampaikan agar angka penularan kasus di Aceh bisa dikendalikan, maka pemerintah harus menerapkan sejumlah strategi, antara lain strategi intervensi berbasis lokal. Strategi ini menurut Presiden paling efektif. Selain itu, Presiden juga mengimbau agar penerapan protokol kesehatan terus digaungkan kepada masyarakat.

“Kita patut bersyukur, bahwa di Aceh sampai hari ini ada 1.241 kasus (data tanggal 24 Agustus 2020). Ini masih dalam angka yang kecil, tetapi jangan dibiarkan untuk membesar lagi,” pinta Jokowi.

Ia juga meminta Pangdam IM, Mayjen TNI Hasanuddin dan Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada untuk memback-up Plt Gubernur Aceh dalam melakukan kampanye protokol kesehatan kepada masyarakat.

“Mumpung masih dalam jumlah yang kecil, Pak Pangdam, Kapolda, agar Gubernur di-back-up betul yang berkaitan dengan hal-hal yang sudah sering saya sampaikan: memakai masker, jaga jarak, cuci tangan, tidak berkerumun dan berdesakan,” ujarnya.

“Ini harus diulang-ulang terus agar masyarakat kita tahu betapa sangat bahayanya kalau kita tidak pakai masker, kalau kita berkerumun dalam jumlah yang banyak,” tambahnya.

Presiden menegaskan, kedisiplinan dalam menaati protokol kesehatan merupakan kunci sebelum vaksinasi nanti bisa dilakukan. Indonesia sendiri telah mendapatkan komitmen 290 juta vaksin Covid-19 dari sejumlah negara.

“Insya Allah ini (vaksin) kita sudah mendapatkan komitmen dari Uni Emirat Arab, dari Cina, totalnya 290 juta vaksin yang kita harapkan. Nanti Insya Allah sebagian besar nanti diproduksi di Indonesia, sebagian diproduksi di luar negeri. Kita harapkan nanti Insya Allah di bulan Januari sudah mulai kita vaksinasi,” tuturnya.

Kepala Negara menjelaskan bahwa ancaman Covid-19 yang belum berakhir ini mengharuskan manajemen krisis terus dilakukan di setiap unit manajemen. Jika pemerintah daerah ingin membuka sebuah wilayah atau sektor, Presiden mengingatkan agar terlebih dahulu dilakukan tiga hal, yakni prakondisi, penentuan waktu, dan penentuan sektor prioritas.

“Kalau ini secara ketat kita kerjakan, Insya Allah yang namanya angka kasus di Provinsi Aceh ini akan terus bisa diperkecil dan kemudian bisa hilang,” imbuhnya.

Sementara berkaitan dengan sektor ekonomi, Presiden kembali mengimbau agar kepala daerah pandai mengendalikan ‘gas dan rem’ karena pandemi Covid-19 juga telah mengganggu produksi, suplai, dan permintaan. Presiden berharap kondisi perekonomian nasional bisa pulih pada kuartal ketiga setelah pada kuartal kedua mengalami minus 5,3 persen.

“Kita Alhamdulillah di kuartal pertama kemarin berada di posisi 2,97 (persen) tapi di kuartal yang kedua karena kita melakukan PSBB, kita jatuh di minus 5,3 persen. Kita harapkan di kuartal ketiga ini, Insya Allah kita harus lebih baik dari kuartal yang pertama sehingga ekonomi kita bisa kita ungkit untuk naik kembali,” ungkapnya.

Untuk mengungkit kembali perekonomian tersebut, Presiden mendorong agar para kepala daerah memastikan bantuan-bantuan sosial dan stimulus ekonomi berjalan dengan baik. Bantuan tersebut antara lain BLT Desa, Bansos Tunai, Program Keluarga Harapan (PKH), subsidi listrik, hingga Banpres Produktif yang baru saja diluncurkan Presiden Jokowi kemarin di Istana Negara.

“Banpres Produktif yang kita berikan kepada usaha mikro dan kecil sebesar Rp 2,4 juta langsung ke rekening-rekening mereka, kita berikan ke 12 juta pelaku usaha dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, semuanya diberikan. Ini kita harapkan bisa menjadi stimulus ekonomi agar pertumbuhan ekonomi kita kembali normal,” ujarnya.

Sementara Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dalam pertemuan itu menyampaikan perkembangan kasus Covid-19 di Aceh. Nova juga memaparkan langkah-langkah antisipasi yang sudah dilakukan Pemerintah Aceh. Seperti penanganan medis (preventif, promotoif, dan kuratif), jaring pengaman sosial, dan pemulihan ekonomi/antisipasi krisis pangan. Selain itu juga dengan kesiapan rumah sakit rujukan Covid-19 di Aceh sebanyak 13 unit, selain RSUD dr Zainoel Abidin Banda Aceh.

Selanjutnya, sambung Nova, menyusun Rancangan Peraturan Gubernur tentang Peningkatan Penanganan Covid-19 di Aceh yang saat ini sedang dikonsultasikan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Terakhir membentuk Gerakan Masker ASN Aceh, yang pelaksanaanya direncanakan berlangsung pada 4 September 2020. Kegiatan ini melibatkan seluruh pejabat struktural Pemerintah Aceh yang didukung para camat, kepala desa, dan kepala SLTA seluruh Aceh.

“Pada kegiatan tersebut sekaligus akan disalurkan 1 juta masker kain yang merupakan bantuan Bapak Presiden hari ini (kemarin-red),” tambah Nova.

Diakhir Jokowi menyatakan, meskipun negara sedang menghadapi pandemi Covid, namun pembangunan infrastruktur harus tetap terus dijalankan. Jokowi juga menyampaikan, pembangunan insfrastruktur menjadi salah satu strategi yang memberikan daya ungkit untuk percepatan pemulihan ekonomi nasional di tengah kondisi seperti ini.(red)

 

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *