5 December 2019
  • 5 December 2019
Breaking News
  • Home
  • Headline
  • Tari Soreng Meriahkan Peringatan Sumpah Pemuda di Magelang

Tari Soreng Meriahkan Peringatan Sumpah Pemuda di Magelang

By on 28 October 2019 0 21 Views

Magelang, ROC  – Sebanyak 12.276 orang melakukan tari Soreng. Tari soreng ini banyak berkembang di masyarakat Kabupaten Magelang terutama di lereng Gunung Merbabu, Andong dan Telomoyo.

Tarian ini menceritakan latihan keprajuritan pasukan Arya Penangsang zaman kerajaan Demak. Para pelajar, warga masyarakat maupun dari OPD dan sanggar tari, sejak pagi telah berdatangan menuju di sekitar Lapangan Drh Soepardi, Sawitan maupun sepanjang Jalan Soekarno-Hatta. Tarian soreng ini dilangsungkan usai Upacara Hari Sumpah Pemuda.

Tarian soreng dimulai dari Lapangan Drh Soepardi, kemudian diikuti penari lainnya yang berada di Jalan Soekarno-Hatta. Kostum yang dipakainya memperlihatkan sosok prajurit. Gerakan-gerakan yang dinamis mengambarkan latihan seorang prajurit dengan diiringi musik yang rancak. Mereka menari bersama-sama selam 10 menit. Tak ketinggalan para pejabat teras di Kabupaten Magelang maupun Forkompimda juga ikut menari bersama di panggung kehormatan.

Tari Soreng

“Tarian soreng menceritakan latihan keprajuritan atau latihan perang yang itu sebenarnya adalah kesenian tidak asli dari Magelang, tetapi lebih banyak tumbuh dan berkembang di Kabupaten Magelang,” kata Mul Budi Santoso, Ketua Komite Seni Budaya Nusantara, Kabupaten Magelang kepada wartawan seusai acara, Senin (28/10/2019).

Menurutnya, tarian soreng dari Kabupaten Magelang pernah tampil di Istana Negara saat peringatan 17 Agustus yang lalu. Kemudian diberikan ide-ide yang bisa mengangkat Magelang. Selain itu, tarian soreng ini nantinya akan dipatenkan menjadi kesenian milik Kabupaten Magelang.

“Kalau aslinya dari Demak karena berkaitan dengan Pasukan Arya Penangsang, tapi lebih banyak berkembang di Kabupaten Magelang. Tarian ini berkembang khususnya di lereng Merbabu, Andong dan Telomoyo,” ujarnya.

Saat disinggung warga Magelang lebih suka menari soreng dengan kesenian tradisional lainnya, kata dia, semua kesenian digemari dan disenangi masyarakat Kabupaten Magelang.

“Ada satu kesenian yang memang dari musiknya, kemudian dari gerakan-gerakan, kemudian semangat dari mulai penari yang tergabung dalam ini sehingga baru pada kesempatan ini baru soreng yang diangkat,” ujar dia.

Tari Soreng Meriahkan Peringatan Sumpah Pemuda di Magelang

Dengan tarian soreng ini, katanya, untuk melestarikan budaya asli Indonesia dan yang berkembang sangat pesat di Magelang.

“Kalau melihat dari sejarah, kita kebetulan barometernya di Bandungrejo (Ngablak) itu dari Sanggar Warga Setuju itu 52 tahun yang lalu, tetapi sebenarnya lahirnya pasti lebih dari itu,” tuturnya.

Bupati Magelang Zaenal Arifin mengatakan, tarian soreng ini sangat luar biasa karena bisa menari bersama-sama. Hal ini menunjukkan kebersamaan dan rasa persatuan.

(Red/Detik)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *