20 October 2020
  • 20 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Tak Terima Ucapan yang Menyinggung, Kelompok Masyarakat Sumbar Desak Puan Maharani Minta Maaf

Tak Terima Ucapan yang Menyinggung, Kelompok Masyarakat Sumbar Desak Puan Maharani Minta Maaf

By on 4 September 2020 0 124 Views

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani (foto.dok: roc)

ROC — Hari ini, Jumat (4/9) Puan Maharani akan dilaporkan Kelompok Masyarakat Sumatera Barat.

Pernyataan Ketua DPP PDIP Puan Maharani tentang “Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi mendukung negara Pancasila” berujung kontroversi.

Masyarkat Minang akan melaporkan Puan Maharani ke Bareskim Polri, Jumat (4/9) pukul 14.30 WIB atas penyataan yang dianggap menghina.

Menurutnya, pernyataan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Bidang Politik dan Keamanan yang kontroversi itu hanya meminta agar kader PDIP di Sumbar mempertahankan nilai-nilai pancasila.

Pernyataan tersebut dianggap kurang pantas diucapkan oleh Puan, terlebih ia juga kini sebagai Ketua DPR RI.

“Itu disampaikan Mbak Puan dalam rapat internal partai. Pesertanya adalah seluruh pengurus tingkat provinsi serta kabupaten dan kota. Kebetulan saja rapat yang digelar secara virtual itu bersifat terbuka,” ujarnya, Kamis (3/9).

“Mbak Puan sebenarnya tengah menugaskan kami, jajaran pengurus PDIP di Sumatera Barat untuk mempertahankan nilai-nilai Pancasila terutama soal musyawarah dan mufakat yang berasal dari kearifan lokal masyarakat Minang. Inilah pesan dan harapan Mbak Puan,” ungkapnya.

Dikatakan Alex, soal musyawarah dan mufakat yang ditegaskan Puan Maharani itu terangkum dalam Sila ke-4 Pancasila.

Di media sosial, sejumlah tokoh memberikan respon terhadap pernyataan tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Puan menyampaikan hal itu saat mengumumkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur untuk Pilkada Sumatera Barat, Puan Maharani menyelipkan harapan kepada provinsi tersebut.

Puan mengatakan, rekomendasi untuk pilkada di Sumatera Barat diberikan kepada Mulyani dan Ali Mukhni.

Setelah mengumumkan pasangan calon tersebut, Puan menyampaikan harapannya kepada Sumatera Barat.

“Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi yang memang mendukung negara Pancasila.”

“Bismillahirahmannirrahim,” ucap Puan saat pengumuman pasangan calon kepala daerah gelombang V secara virtual di Jakarta, Rabu (2/9).

Mulyani merupakan politikus Partai Demokrat, dan Ali Mukhni menjabat Bupati Padang Pariaman.

Sementara, Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri mengaku kesulitan menentukan calon kepala daerah di Sumatera Barat.

“Sumatera Barat itu sepertinya belum menyukai PDI Perjuangan, meski sudah ada beberapa daerah yang meminta.”

“Katakan sudah ada DPC-nya, DPD-nya, tapi kalau untuk mencari pemimpin di daerah tersebut, menurut saya mengapa kok masih agak sulit,” ungkap Megawati saat pengumuman cakada secara virtual di Jakarta, Rabu (2/9).

Menurut Megawati, jika melihat sejarah yang ada, banyak sekali orang Sumatera Barat menjadi nasionalis dan bekerja sama dengan Presiden pertama Indonesia Soekarno dan Bung Hatta yang berasal dari Sumbar.

“Hal-hal seperti ini sebenarnya adalah tugas kita untuk mempelajari mengapa ada daerah-daerah.”

“Yang artinya belum bisa atau belum mau mempercayai kepada alat perjuangan partai politik yang namanya PDI Perjuangan.”

“Itulah salah satu bagian kerja keras kita.”

“Alhamdulilah sampai hari ini PDI Perjuangan merupakan partai, boleh dibilang menjadi partai utama pelopor dari partai lainnya,” sambung Megawati.

Pernyataan dari Puan tersebut menimbulkan pro dan kontra. Banyak pihak merespon tentang ucapan dari Ketua DPR RI tersebut. Salah satunya adalah politisi Fadli Zon. Fadli menilai, orang yang meragukan masyarakat Sumbar dalam dukungannya terhadap Pancasila adalah mereka yang tidak mengerti sejarah.

“Hanya orang-rang yang tak membaca dan mengerti sejarah yang masih meragukan masyarakat Sumbar mendukung Pancasila. Ada 3 orang Minang hebat di belakang perumusan Pancasila n UUD 1945: Mohammad Hatta, Muhammad Yamin dan H Agus Salim. Bahkan Bung Hatta adalah salah seorang Proklamator,” tulisnya di akun Twitter, Kamis (3/9).

PPMM laporkan Puan ke Mabes Polri

Sementara itu, Kelompok masyarakat Sumatera Barat yang tergabung dalam Persatuan Pemuda Mahasiswa Minang (PPMM) memastikan akan membuat laporan ke polisi terkait pernyataan dari Puan Maharani itu.

Ketua PPMM David menjelaskan, ia akan datang ke Mabes Polri pada Jumat siang bersama sejumlah warga Sumbar lain untuk melaporkan dugaan penghinaan yang dilakukan oleh Puan Maharani kepada masyarakat Sumatera Barat.

Ia menambahkan, pernyataan Puan Maharani tersebut dinilai telah menghina masyarakat Sumatera Barat.

“Statement itu berpotensi memecah belah anak bangsa dan sangat mengganggu kami sebagai putra asli Sumatera Barat,” ujar David, Kamis (3/9).

Selain itu, David juga menganggap Puan melupakan jasa putra-putri Sumbar yang telah berjuang memerdekakan Indonesia, semisal Sang Proklamator Mohammad Hatta, Sutan Syahrir, Tan Malaka, Hamka dan sejumlah nama lainnya.

“Jangan ragukan Pancasila kepada masyarakat Sumatera barat. Kurang bukti apa masyarakat Sumbar dalam ikut merebut kemerdekaan Republik Indonesia. Puan mungkin lupa atau tidak tahu kalau mereka orang Sumatera Barat. Jangan sampai pejuang proklamasi menangis dengan ujaran itu,” ujar David.

Ia menambahkan, ucapan Puan Maharani tersebut seperti mempertanyakan hal yang tidak masuk akal. David pun menyebut pernyataan tersebut salah kaprah dan mengandaikan pernyataan tersebut dengan peryataan tentang makanan Padang.

“Ini seperti orang makan rendang pakai sambal ijo di rumah makan Padang, kemudian bertanya, makanan tersebut berasal darimana, hanya gara-gara tukang masak dan pemiliknya Orang Solo. Masa masih tanya itu makanan khas mana?” tegas David.

PKS minta Puan minta maaf

Sementara itu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta Ketua DPP PDIP Bidang Politik Puan Maharani meminta maaf kepada masyarakat Sumatera Barat.

Hal tersebut disampaikan juru bicara PKS Handi Risza, menyikapi pernyataan Puan yang meminta Sumbar mendukung negara Pancasila.

“Kami meminta Mbak Puan mencabut pernyataanya dan meminta maaf ke seluruh masyarakat Sumatera Barat.”

“Khususnya kepada keluarga besar founding father bangsa ini,” papar Handi lewat keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (2/9).

“Jangan pernah ragukan nasionalisme masyarakat Sumbar yang telah berjuang melahirkan Pancasila dan berkorban bagi Keutuhan NKRI,” tutur Handi.

Handi menyebut Puan yang saat ini sebagai Ketua DPR seakan lupa terhadap sosok pendiri bangsa dan penggagas Pancasila yang berasal dari Sumbar, seperti Bung Hatta, Sutan Syahril, dan Tan Malaka.

“Ini menunjukkan Pancasila lahir dari kekayaan budaya dan pemikiran para leluhur kami,” papar Handi yang berasal dari Sumbar.

Sejumlah legislator asal Sumatera Barat meminta Ketua DPP PDIP, Puan Maharani meminta maaf soal pernyataan semoga Sumbar memang mendukung negara Pancasila. Bersediakah Ketua DPR RI itu memenuhi permintaan tersebut?

Permintaan itu datang dari anggota DPR RI Dapil Sumatera Barat, Darul Siska. Darul awalnya menyesalkan pernyataan Puan saat mengumumkan nama calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang diusung PDIP di Sumbar.

“Saya menyesalkan dan menyayangkan ucapan seperti itu disampaikan oleh seorang pimpinan partai yang juga pimpinan lembaga negara. Pernyataan tersebut seolah-olah mau mengatakan bahwa Sumbar tidak mendukung negara Pancasila,” kata Darul kepada wartawan, Kamis (3/9).

Penjelasan Sekjen PDIP

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, pernyataan Puan Maharani sebagai pengingat kepada kader PDIP untuk terus membumikan nilai-nilai Pancasila di seluruh wilayah Indonesia.

“Yang dimaksudkan Mbak Puan dan sebagaimana seluruh kader-kader partai, agar mengingatkan bagaimana Pancasila dibumikan tidak hanya di Sumatera Barat.”

“Tetapi di Jawa Timur, di Jakarta, di seluruh wilayah Republik Indonesia, Pancasila harus bumikan,” kata Hasto saat konferensi pers daring, Rabu (2/9).

Lalu, Hasto menceritakan bagaimana Ketua Umum DPP PDIP Megawati Sukarnoputri yang sangat kagum dengan keanekaragaman di Sumatera Barat, misalnya dalam hal makanan, yaitu rendang.

“Bagaimana rendang bumbunya itu membentuk cita rasa makanan yang punya cita rasa yang menyentuh aspek rasa tertinggi di dalam kualitas makanan itu,” ucap Hasto.

Selain itu, Sumbar juga melahirkan banyak tokoh bangsa yang visioner dalam memajukan bangsa Indonesia.

“Misalnya ada Mohammad Hatta, Natsir, kemudian Ruhana Koeddoes, begitu banyak pahlawan.”

“Bahkan Ibu Mega pernah mengatakan dari alam pikirnya Sumbar harus bangga karena dari bumi Minang tersebut lahir begitu banyak tokoh-tokoh nasional yang kita kenal.”

“Dan ikut meletakkan dasar-dasar Indonesia yang merdeka,” ucapnya.
(red)

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *