27 May 2020
  • 27 May 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Tak Ingin Polemik Berkepanjangan, Belva Devara Mundur dari Jabatan Stafsus Presiden

Tak Ingin Polemik Berkepanjangan, Belva Devara Mundur dari Jabatan Stafsus Presiden

By on 21 April 2020 0 107 Views

Foto: Adamas Belva Syah Devara/instagram

Jakarta, ROC — CEO Ruangguru, Adamas Belva Syah Devara, melalui surat terbukanya resmi mengundurkan diri dari posisi Staf Khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Pengunduran diri tersebut telah saya sampaikan dalam bentuk surat kepada Bapak Presiden tertanggal 15 April 2020, dan disampaikan langsung ke Presiden pada tanggal 17 April 2020,” tulis Belva di akun Instagram miliknya, Selasa (21/4).

Belva mengundurkan diri berkaitan dengan terpilihnya Ruang Guru, perusahaan yang didirikan dan dipimpinnya, sebagai mitra program Kartu Prakerja.

Mengutip keterangan Kementerian Koordinator Perekonomian dan Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja (PMO), Belva menegaskan bahwa tidak ada keterlibatan yang memunculkan konflik kepentingan dalam terpilihnya Ruang Guru.

Sebab, proses verifikasi semua mitra Kartu Prakerja sudah berjalan sesuai aturan yang berlaku dan pemilihan mitra pun dilakukan langsung oleh peserta pemegang Kartu Prakerja.

“Namun, saya mengambil keputusan yang berat ini karena saya tidak ingin membuat polemik mengenai asumsi atau persepsi publik yang bervariasi tentang posisi saya sebagai Staf Khusus Presiden menjadi berkepanjangan,” ujarnya.

“Yang dapat mengakibatkan terpecahnya konsentrasi Bapak Presiden dan seluruh jajaran pemerintahan dalam menghadapi masalah pandemi Covid-19,” lanjutnya.

Belva pun berterima kasih kepada Bapak Presiden Jokowi yang telah memahami dan menerima pengunduran dirinya.

Mundurnya Belva membuat perjalanannya menjadi Staf Khusus Presiden teramat singkat, kurang dari 6 bulan. Walau singkat, Belva merasa banyak pengalaman dan pelajaran yang didapat dari pekerjaan sebagai Stafsus Presiden.

“Saya merasakan betul bagaimana semangat Bapak Presiden Jokowi dalam membangun bangsa dengan efektif, efisien, dan transparan,” ungkapnya.

“Sehingga di manapun saya berada, di posisi apa pun saya bekerja, saya berkomitmen mendukung Presiden dan Pemerintah untuk memajukan NKRI,” tegas Belva.

Dalam tulisan itu, Belva juga menjelaskan, ia tidak dapat merespons pertanyaan-pertanyaan media dalam beberapa hari terakhir karena ingin fokus dalam menyelesaikan masalah ini terlebih dahulu.

Perjalanan Karier Belva Devara,

Belva Devara dilantik oleh Presiden RI Joko Widodo, kurang dari 6 bulan yang lalu, pada Kamis, (12/11/2019).

Sebelum menjabat jadi staf khusus, pria kelahiran Jakarta, 30 Mei 1990 ini merupakan CEO dan Co Founder Ruangguru, yakni startup yang bergerak dibidang pendidikan alias belajar online.

Dia membentuk perusahaan bersama sabahatnya, Iman Usman yang diplot sebagai chief product & partnership officer. Kini, Ruangguru memperkerjakan lebih dari 4.000 orang pekerja.

Saat ini, jumlah guru les privat yang bergabung dalam Ruangguru mencapai lebih dari 47.000 orang dengan mayoritas berada di Pulau Jawa dan Bali. Komisi dari pembayaran sebesar 20 persen tarif per jam.

Sejak berdiri pada 2014, Ruangguru telah berhasil mendapatkan suntikan modal dari investor asing, seperti East Ventures dan Venturra Capital.

Mengutip laman Linkedin, Selasa (21/4/2020), sebelum bergabung dengan Ruangguru, ia bekerja sebagai konsultan di McKinsey & Company.

Di McKinsey, ia fokus pada transformasi sistem pendidikan dan proyek-proyek strategi kesehatan masyarakat, bekerja dengan berbagai pemerintah Asia Tenggara, LSM internasional, dan komunitas donor global.

Sebelum McKinsey, ia bekerja sebentar untuk Kantor Presiden (Unit Pengiriman Presiden / UKP4) di Indonesia dan Goldman Sachs di Singapura.

Kuliah beasiswa

Belva menerima gelar ganda dari 2 universitas bergengsi di AS. Gelar MPA didapat dari Harvard University dan gelar MBA didapatnya dari Stanford University. Keduanya merupakan beasiswa penuh berbasis prestasi.

Dengan beasiswa pula, dia mampu mendapat gelar sarjana Bisnis dan Ilmu Komputer di Nanyang Technological University Singapura. Saat itu, dia memenangkan medali emas 3 kali lipat untuk melengkapi kedua kelompoknya secara akademis selama 4 tahun di universitas.

Sebanyak 17 gelar kehormatan telah diterima Belva sejauh ini. Yang terbaru, Belva masuk dalam daftar 40 Under 40 versi Majalah Prestige pada Oktober 2018 dan Asean 40 Under 40 versi Asean Advisory pada Juli 2018.

Di tahun 2017, Belva juga masuk dalam daftar 30 Under 30 fersi Majalah Forbes. Karyanya diliput secara luas oleh media lokal maupun internasional.

Alasan awal pendirian Ruangguru

Berdirinya Ruangguru bermula dari keprihatinan Belva pada sistem pendidikan. Menurut Belva, banyak anak-anak Indonesia yang punya potensi besar, namun tak punya banyak kesempatan untuk berkembang. Kualitas pendidikan yang rendah jadi faktor utamanya.

Bahkan pendidikan di kota besar seperti Jakarta saja, jauh tertinggal dengan pendidikan di negara-negara maju.

“Salah satu Professor dari Harvard University, dia bikin artikel menghitung level pendidikan anak-anak Jakarta itu dimana lalu dibandingkan negara maju,” ujar Belva saat menjadi pembicara dalam acara DBS Asian Insight Conference, Februari 2019 lalu.

Ternyata untuk mengejar ketertinggalan butuh waktu 128 tahun. Luar biasa tertinggal,” sambung dia.

Penyebabnya, tentu saja mulai dari infrastruktur sekolah yang memadai, kurangnya guru yang berkualitas, hingga minimnya buku bacaan.

Sampai pada satu hari, dia mencoba untuk mengaplikasikan penggunaan teknologi untuk sarana belajar dan mengajar. Tentu saja ide tak datang dari langit, tetapi hasil dari proses diskusi yang tak sebentar.

“Kita bisa tahu cara memecahkan suatu masalah setelah kita coba dan dapat feedback-nya, terus sembari kita ngobrol di warung-warung, dengan siswa, kepala sekolah, hingga Kemendikbud,” ujarnya kala itu.(Red)

 

 

👉Terimakasih sudah membaca & membagikan link republik-online.com

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *