20 July 2019
  • 20 July 2019
Breaking News

Tabloid Indonesia Barokah Seperti Hantu, Dimata Sekjen Gerindra

By on 28 January 2019 0 115 Views

JAKARTA, Roc – Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, pihaknya tengah menelusuri asal usul Tabloid Indonesia Barokah yang dianggap menyudutkan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno.

Menurutnya, dari hasil penyelidikan saat ini alamat redaksi dari tabloid tersebut palsu atau fiktif.

“Saya belum dapat cerita dari kawan-kawan yang menelusuri itu. Cuma cerita yang saya dapat. Alamatnya kosong, enggak ada, palsu orang-orangnya palsu. Jadi itu ini kan gelap berarti seperti hantu,” kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/1).

Menurut Muzani, sebaiknya alamat tabloid Indonesia Barokah tidak dibuat fiktif. Hal itu, kata dia, penting agar tabloid tersebut tidak dianggap menyebarkan fitnah.

“Apapun namanya sebaiknya alamatnya jangan fiktiflah, alamatnya sebaiknya jangan fiktif,” ungkapnya.

“Sehingga lebih gentle supaya tidak dianggap sebagai penyebar hoaks,” sambungnya.

Muzani juga enggan berkomentar banyak terkait dengan dugaan keterlibatan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo ( Jokowi)- Ma’ruf Amin di tabloid tersebut. Dia menyerahkan sepenuhnya nanti ke pihak Kepolisian.

Diketahui, Jubir Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade mengakui sudah melakukan penyelidikan terkait siapa dalang di balik tabloid Indonesia Barokah. Dia pun menangkap jejak digital dari Wakil Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja Jokowi-Ma’ruf, Irfan Wahid atau lebih dikenal dengan nama Ipang Wahid.

“Ipang Wahid patut diduga terlibat dalam tabloid Indonesia Barokah,” kata Andre saat dihubungi, Minggu (27/1) kemarin.

Sementara itu, Berdasarkan alamat yang tercantum di boks redaksi, kantornya di Jalan Haji Kerenkemi, Kampung Rawabacang, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi. Alamat ini diduga menggunakan data sesuai pada aplikasi google maps letaknya di RT 007 RW 013.

Pengurus RT setempat, Sarsono mengatakan, nama jalan yang dimaksud aslinya Jalan Kirinkiman, panjangnya sekitar 100 meter. Nama itu diambil karena lahan yang dipakai merupakan wakaf Haji Kirin yang memiliki orangtua bernama Haji Kiman. Sepanjang jalan tersebut terdapat rumah warga yang berujung pada sebuah klaster dengan 16 rumah.

“Itu alamat fiktif yang dipakai, karena kami sudah memeriksa satu per satu rumah warga, tidak ada yang memiliki usaha percetakan,” ujar Sarsono saat ditemui di kediamannya, Kamis (24/1).

Sarsono mengatakan, setelah beredar tabloid tersebut, pihak KPPS, Bawaslu, sampai unsur TNI/Polri mendatangi rumahnya untuk meminta klarifikasi ihwal alamat redaksi Tabloid Indonesia Berkah.

“Sempat nanya-nanya, ada warga namanya ini (sesuai di tabloid), saya jawab tidak ada,” tegasnya.

Menurut dia, warga yang tinggal di wilayahnya sebanyak 137 keluarga. Sarsono mengaku 99 persen mengenali satu persatu, termasuk yang tinggal di klaster.

“Saya itu tertib administrasi, kalau ada yang ingin membuka usaha, harus memiliki izin lingkungan, kemudian izin RT,” ujarnya. [spy/red]

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *