12 November 2019
  • 12 November 2019
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Susunan Kabinet Jokowi Rampung, Politisi PKB ini Sebut Politik Seni Ketidakmungkinan

Susunan Kabinet Jokowi Rampung, Politisi PKB ini Sebut Politik Seni Ketidakmungkinan

By on 15 August 2019 0 4872 Views

Jakarta, ROC – Menyikapi pembentukan kabinet menteri periode 2, pemerintahan Joko Widodo yang telah dirampungkan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melalui Dewan Syura, KH. Maman Imanulhaq menyebutkan bahwa hal tersebut adalah sah-sah saja, karena merupakan hak prerogative seorang Presiden.

“Yang pasti, PKB sebelumnya telah mengusulkan kriteria Menteri yang harus dipilih oleh Presiden, yaitu harus professional, manajerial, petarung, seseorang yang mampu melakukan reformasi birokrasi.” Ujar Maman saat diwawancara di salah satu TV Swasta pagi tadi (15/8).

Menurut Maman, PKB berharap diksi tentang professional itu adalah orang yang disodorkan partai  adalah memang orang yg professional. Orang tersebut harus mengerti untuk menjalin komunikasi dengan legislative, serta tahu persis kebutuhan masyarakat, sehingga jabatan politis tersebut adalah murni pengabdian.

“Menteri di era Jokowi ini harus siap miskin, harus siap kerja keras, pengabidannya itu harus muncul daripada sekedar prestise dalam menduduki jabatan, yang kerjanya hanya gunting pita, pidato sana sini, tetapi hasil kerja tidak ada,” tandasnya.

Untuk PKB sendiri, sudah mengajukan beberapa nama untuk masuk dijajaran kabinet kerja Jokowi-Amin. Namun untuk keseluruhannya diserahkan kepada Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar.

“Yang perlu digaris bawahi, kami sampaikan bahwa susunan kementrian sudah professional. PKB yakin akan mendapatkan posisi, namun dari awal kita mengusulkan beberapa kementian yang perlu ditambah, seperti BNPB seharusnya bisa menjadi kementrian, dan ada beberapa Lembaga yang harus dibangun, sesuai dengan undang-undang, seperti Lembaga ketahanan pangan. sampai sekarang badannya belum ada untuk memperbesar peran Bulog,” papar Kang Maman.

Lanjutnya, politik itu adalah seni, membutuhkan banyak hal, bisa disebut politik itu adalah ‘Seni Ketidakmungkinan’.  “kita serahkan pada presiden semuanya. Karena tantangan periofe ke 2 lebih berat. Jokowi harus meninggalkan legacy. Yang pasti harus reformasi birokrasi, seorang Menteri harus berani turun kebawah mengoreksi bawahannya,” ucapnya.

Menjawab tentang adanya cabinet yang diisi oleh usia muda, atau milenial, Kang Maman menyebutkan bahwa  tidak masalah kementrian dipimpin oleh anak muda. Tetapi, pertanyaannya apakah berani atau tidak Menteri tersebut melawan birokrat atau birokrasi yang akan menyandera dia.

“Saya bukan tidak setuju dengan Menteri milenial, karena saat zaman Sukarno pun banyak Menteri yang sangat muda, karta kuncinya bukan sekadar punya Menteri muda, tetapi punya konsep dan kemampuan manajerial yang kuat, punya kapasitas petarung, yang berani melawan birokrasi, birokrasi itu adalah system yang melayani, bukan yang dilayani, transparan, bukan mempersulit keadaan. Apakah seorang Menteri berani seperti itu, nah itu tantangan besarnya,” pungkasnya. (Red/Metro)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *