7 July 2020
  • 7 July 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Surabaya Jadi Zona Hitam Namun Dapat Pujian, Ini Alasannya

Surabaya Jadi Zona Hitam Namun Dapat Pujian, Ini Alasannya

By on 3 June 2020 0 77 Views

Foto: Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa (kiri) dan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini (Kanan)

Surabaya, ROC – Kasus penyebaran virus Corona atau Covid-19 di Jawa Timur masih mengalami kenaikan secara signifikan. Data yang disampaikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pada Selasa (2/6), terdapat 5.135 kasus positif di Jawa Timur secara keseluruhan.

Jumlah 5.135 kasus positif tersebut membuat Jawa Timur menjadi wilayah terbanyak kedua setelah DKI Jakarta. Tidak saja untuk kumulasi kasus positif, Jatim juga menjadi nomor dua untuk kasus sembuh dan juga kematian.

Corona di Jakarta kini mencapai 7.485 kasus dengan rincian 2.272 kasus sembuh, dan 518 kasus meninggal. Sedangkan di Jawa Timur, dari 5.135 kasus positif tersebut, 654 diantaranya telah sembuh dan 412 meninggal dunia. Laporan kasus dari hari ke hari untuk Provinsi Jawa Timur ini masih fluktuatif naik turun.

Pada Selasa kemarin misalnya, kasus corona bertambah 213 dari hari sebelumnya dan lebih tinggi dari laporan DKI Jakarta. Sementara di hari sebelumnya pada Senin, data tambahan kasus yang dilaporkan ada 65 kasus baru. Dan di hari Minggu, laporan penambahan kasus ada 244 positif baru.

Surabaya Zona Hitam Tapi Dapat Pujian

Kasus tertinggi di Jatim berada di Ibu kota Provinsi yakni Surabaya dengan jumlah positif 2.748 kasus.

Banyaknya kasus Corona di Surabaya ini membuat tampilan peta Kota Surabaya berwana hitam di situs pemprov Jatim di infocovid19.jatimprov.go.id.

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, dr Joni Wahyuhadi menyebut warna hitam memang menunjukkan tingginya kasus Covid-19 di daerah tersebut.

“Semakin banyak catatan kasusnya, warna di peta sebaran akan semakin pekat hingga berwarna hitam,” ujar Joni di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (2/6) kemarin.

Namun demikian, meski kasus di Surabaya cukup tinggi, upaya penanganan kasus Covid-19 di Surabaya ini justru mendapat pujian.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyebut, tingginya temuan kasus di Surabaya ini merupakan buah tracing yang dilakukan serius.

Doni mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sudah melakukan langkah-langkah yang sangat baik.

Pemkot Surabaya melakukan pengambilan sampel di berbagai lingkungan masyarakat.

“Tentunya tak mudah untuk mendapatkan informasi daerah yang kawasannya banyak yang positif. Ini langkah yang strategis dan sangat cerdas,” kata Doni, di Balai Kota Surabaya, Selasa (2/6) kemarin.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, pihaknya saat ini terbantu setelah menerima alat tes dari Kemenkes, BIN dan BNPB.

Dengan itu, Pemkot Surabaya terus melakukan tes massal di sejumlah tempat baik di jalan raya, perkampungan maupun tempat ibadah.

“Jadi, kami lakukan rapid test massal di beberapa tempat. Kadang lokasinya di sepanjang jalan, kadang pula di masjid, dan sebagainya. Sampai hari ini rapid test kurang lebih sebanyak 27.000 orang,” ujar Risma.(Red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *