26 March 2019
  • 26 March 2019
Breaking News

Sungai Citarum, Mendapat Perhatian Khusus dari Caleg ini

By on 1 October 2018 0 63 Views

Bandung, ROC – Meluapnya sungai Citarum hingga menyebabkan banjir di beberapa tempat, khususnya di Majalaya, Ibun dan Paseh, menjadi perhatian khusus, baik dari Pemerintah maupun masyarakat. Terjadinya bencana tersebut akibat dari perilaku masyakarakat yang kurang peduli akan kebersihan Citarum.

“Tetapi saat ini sudah terjadi banyak perubahan, sebelumnya di sekitar hulu dipenuhi dengan sampah, dan tanaman liar, sekarang sudah terlihat bersih,” ujar Mayjen (Purn) DR. Ir. H. Suharno MM saat mengunjungi bantaran sungai Citarum yang melintasi daerah Majalaya, Kab. Bandung, Senin (1/10).

Calon anggota DPD-RI dapil Jabar tersebut ditemani oleh Ibu DR. Hj. Adjeng Ratna Suminar, MM Calon Anggota DPR-RI Dapil Jabar 2, yang sengaja menyambangi daerah tersebut yang rawan terjadi bencana banjir, apalagi menjelang musim penghujan.

“Air dari sungai Citarum banyak menghidupi masyarakat. Bahkan tak hanya warga Jabar, warga DKI Jakarta turut tersubsidi dari air Citarum,” kata Suharno.

Selain itu, aliran sungai Citarum juga dapat menghasilkan banyak energi listrik. Air Sungai Citarum ditampung di tiga waduk yaitu waduk Saguling, Cirata dan Jatiluhur. Dari ketiga waduk, menghasilkan 1.888 megawatt.

Selain itu, beliau menyebutkan bahwa sawah yang berada di daerah aliran sungai (DAS) Citarum memiliki banyak manfaat. Sawah di DAS Citarum dapat memproduksi padi nasional sebanyak 4 juta ton.

“Betapa bernilainya sekali sungai Citarum termasuk ikan yang dihasilkan melalui budidaya di Saguling, Cirata dan Jatiluhur,” katanya.

Tetapi lanjutnya, tentu tidak akan terlaksana hal tersebut jika masyarakat tidak dibangun kesadarannya akan pentingnya aliran sungai tersebut, hingga memiliki peranan besar untuk dimanfaatkan oleh rakyat.

Sementara, Ibu Adjeng Ratna Suminar, lebih menekankan kepada bagaimana mengubah pola dan perilaku masyarakat, yang dianggap masih belum seratus persen menyadari akan pentingnya lingkungan hidup, terutama di sungai Citarum tersebut.

“Kejadian banjir terus berulang di daerah ini, hal tersebut dikarenakan sebagian besar masyarakat yang tinggal di bantaran sungai Citarum belum merasa memiliki akan pentingnya fungsi dari sungai Citarum,” tegasnya.

Tentunya menurut Ibu Adjeng, perlu ditanamkan semenjak dini, terutama dari orang tua mengajarkan kepada anaknya, agar senantiasa menjaga lingkungan sekitar, sehingga bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun kedepan, sungai Citarum akan bersih dan jernih seperti diluar negeri, sehingga dapat dijadikan obyek wisata unggulan Jawa Barat. (Red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *