6 July 2020
  • 6 July 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Sungai Citanduy dan Cikidang Meluap, Warga Merugi

Sungai Citanduy dan Cikidang Meluap, Warga Merugi

By on 17 February 2020 0 91 Views

ROC — Hujan deras yang tak berhenti, menyebabkan Sungai Citanduy dan Cikidang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat meluap, pada Minggu malam, (16/2). Akibatnya, sebanyak 50 rumah di Kampung Hegarsari dan Bojongsoban, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Tasikmalaya, terendam banjir hingga Senin pagi (17/2).

Selain merendam 50 pemukiman warga, puluhan hektar lahan sawah juga terendam air. Padi yang baru di tanam dua pekan hingga satu bulan terancam mati.

“Semalem hujan gede, banjir yang seperti ini sudah biasa, dalam setahun bisa tiga kali banjir kayak gini, kami nggak ngungsi kecuali kalau hujan besar lagi baru kita ngungsi,” ucap Ali salah seorang warga korban banjir saat ditemui di rumahnya, Senin (17/2).

Menurut Ali, ketinggian air yang menggenangi pemukiman mencapai sepuluh hingga 50 sentimeter. Sementara air dalam rumah warga antara 20 hingga 30 sentimeter.

Diketahui aktivitas warga menjadi terhambat. Bahkan banyak pelajar sekolah yang terlambat karena tidak bisa menerobos lokasi banjir. Salah seorang siswa mengakui bahwa untuk ke sekolah hari ini terpaksa kesiangan, karena harus muter mencari jalan menghindari banjir.

Selain itu, sejumlah pemotor mengalami mogok di tengah jalan, hal tersebut dikarenakan beberapa pemotor memaksa menerobos kubangan air, di ruas jalan Hegarsari yang terendam banjir sepanjang 100 meter dengan ketinggian 60 sentimeter. Mereka terpaksa mendorong motornya untuk sampai ketepi.

Petugas BPBD Kabupaten Tasikmalaya menyatakan banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Citanduy dan Cikidang. Hal itu dipicu adanya intensitas hujan yang cukup tinggi pada Minggu kemarin (16/2).

“Kami siaga bersama Polisi, TNI dan BPBD dilokasi banjir, tapi air mulai surut ini. Semoga jam satu siang surut semuanya, kita data 50 rumah lah dan puluhan hektar sawah terendam padinya masih kecil,” ucap Irwan, Kabid Darlog BPBD Kabupaten Tasikmalaya.

Sementara itu, pihak Desa Tanjungsari meminta agar Pemda bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Tanjung untuk menormalisasi DAS Tanjungsari. Banjir bisa terjadi dua hingga tiga kali sebulan terutama saat musim hujan akibat luapan sungai Cikidang dan Citanduy.

“Minta Das Tanjungsari dinormalisasi BBWS sama pemda Tasikmalaya, karena warga kami dirugikan, banjir langganan seperti ini sudah sering terjadi,” ucap Kepala Desa Tanjungsari Amas, di lokasi.

(idj/idj)
Foto : detikcom

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *