15 December 2019
  • 15 December 2019
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Suharno: Potensi Wisata di Jabar Kurang Promosi

Suharno: Potensi Wisata di Jabar Kurang Promosi

By on 30 July 2018 0 143 Views

Lembang, ROC – Wisata Floating Market Lembang, merupakan tempat wisata yang menyajikan konsep pasar apung tradisional dengan suasana alam daerah lembang yang terkenal sejuk dan udara yang segar, wisata floating market termasuk tempat wisata yang baru di bandung, selain wisata farmhouse lembang tempat wisata ini merupakan salah satu tempat wisata faforit di bandung.

Menurut Bakal Calon Anggota DPD-RI Dapil Jabar, Mayjen (Purn) DR. Ir. H. Suharno, MM, wisata di Floating Market Lembang ini sangatlah indah, dikombinasi dengan seni dan perdagangandan tidak kalah dengan wisata yang ada di Luar Negeri.

“Konsep yang menarik, selain keindahan alam yang akan kita dapat, disini kita dimanjakan dengan adanya wisata kuliner, playground, hotel dan aneka rekreasi lainnya terpatri di dalam satu area,” ujar Suharno, ketika berwisata Bersama keluarga di Floating Market, Lembang (29/7).

Lanjutnya, ada banyak jenis yang ditawarkan oleh pedagang mulai dari buah-buahan hingga makanan khusus yang hanya hadir didaerah tersebut. Selain itu, sisi tradisional yang dihadirkan ditempat ini juga memiliki nilai tersendiri bagi pengunjung, apalagi tempat yang cukup bersih merupakan nilai plus yang dihadirkan Floating Market Lembang.

Namun bagi Mantan Kababek Mabes TNI ini, menilai bahwa kelebihan yang ditawarkan oleh tempat wisata ini ada sisi yang kurang dikembangnkan, yaitu minimnya promosi dari pemerintah daerah setempat, khususnya Dinas Pariwisata.

“Patut disayangkan, promosi wisata di daerah ini kurang menggigit. Peran pemerintah daerah sangat kurang. Saya mencontoh di New Zealand, saat kita mendarat di Airport sudah disuguhi oleh berbagai macam brosur wisata, di hotel, di jalan-jalan, tempat travel, dan tersedia pula guide yang siap membantu setiap saat,” terangnya.

Selain itu, di LN fasilitas untuk menuju destinasi wisata sudah lengkap terintegrasi dengan layanan transportasi yang mudah, murah dan cepat, sedangkan untuk di daerah Lembang ini khususnya, untuk menuju destinasi wisata rata-rata harus menggunakan kendaraan sendiri, sedangkan kendaraan umum sangat minim.

“Jika dikelola dan dipromosikan dengan baik, bukan tidak mungkin akan menarik wisatawan dari dalam dan luar negeri yang akan mendatangkan devisa yang tidak sedikit,” imbuhnya.

Dengan menarik wisatawan, dipastikan dampaknya akan positif, diantaranya memajukan perdagangan, seni, kerajinan, hasil khas lokal. Dengan fasilitas yang mumpuni di daerah sendiri, akan mengurangi wisatawan domestic untuk berwisata ke luar negeri, dan mencegah keluarnya uang ke Luar Negeri.

“Jawa Barat memiliki potensi wisata yang banyak dan sangat luar biasa. Perlu kita sosialisasikan dan merangsang datangnya wisatawan Asing, dan membuat mereka nyaman untuk berwisata di Jabar. Warga Jabar perlu banyak belajar dari warga Bali dalam menerima dan menarik wisatawan dari luar negeri,” pungkasnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat menunjukkan, tren kunjungan wisman ke Jawa Barat melalui dua pintu masuk yaitu melalui Bandara Husein Sastaranegara Bandung dan Pelabuhan Muarajati Cirebon selama 2017 diperkirakan mencapai 170.000 orang. cenderung tak mengalami kenaikan signifikan. Angka kunjungan wisman rata-rata masih di bawah 15.000 orang per bulan. Sedangkan data dari Dinas Pariwisata mencapai 1,75 juta wisman. Berbanding terbalik dengan jumlah kunjungan wisatawan local yang berangkat ke Luar Negeri yang mencapai 9,1 juta orang. [RedROC]

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *