12 November 2019
  • 12 November 2019
Breaking News

Sudut Pandang Ketua Forpam Terhadap Bahayanya Narkoba

By on 21 August 2019 0 113 Views

Mojokerto, ROC – Ketua Forpam dan sekaligus sebagai sesepuh Kasepuhan Yayasan Mojopahit, Banu Satriono Blong menyebutkan bahwa narkoba membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara. Banu menyebutkan bahwa narkoba seyogyanya tanaman alam yang digunakan untuk kepentingan pengobatan tradisional.

Narkoba dulu sebagai alat politik dan menganjurkan sebuah bangsa itu terjadi ketika Inggris ingin memporakporandakan Kekaisaran China pada waktu itu dan kita mengenal perang candu I dan perang candu II, perang candu yang pertama masyarakat asia terutama masyarakat Tiongkok masih belum mengenal candu justru Inggris yang mendatang candu itu dari Nepal dalam jumlah besar dan mengajari orang China menjadi pecandu.

“Dan banyak masyarakat China pada waktu itu jadi pecandu, karena cara itu sangat efektif oleh Inggris maka candu didatangkan dengan jumlah besar sampai akhirnya patriot china tidak menerima masyarakat dihancurkan dengan candu, maka terjadilah perang candu pada perang candu pertama china kalah, berlanjut perang candu kedua dan ketika kalah akhirnya inggris minta kopensasi, kebebasan memasuki wilayah china yang tidak ada hulunya dilarang masuk seperti Kuangcu dan shanghai serta banyak tempat, dan yang paling celaka wilayah kerajaan china teramputasi gara-gara perang candu yang sekarang ini menjadi Hongkong,” jelas Banu.

Jelasnya,  bahaya Narkotika itu bukan bahaya main-main, contohnya masyarakat China yang sudah mengalami ulah dari pada kampanye narkotika oleh penjajah Inggris. Banu mengatakan bahwa penjelasan ini terkait menjelang 17 Agustus 2019 Hari Kemerdekaan. Banu selaku Ketua Forpam mengingatkan kepada elemen masyarakat dan Patriot Bangsa supaya tidak main-main dengan narkoba, karena narkoba ini betul-betul akan menghancur Bangsa dan Negara, seperti yang sudah terjadi dalam sejarah, Perang Candu.

“Cara mencegah narkoba mulai dari negara maju sampai negara yang termiskin didunia tidak berhenti mengkampanyekan Awas Bahaya Narkoba, seluruh bangsa didunia ini sama. Pencegahan narkoba bisa efektif kalau keluarga mempunyai sebuah komitmen, untuk menjaga anggota keluarganya dan yang kedua lingkungan serta yang terpenting Aparatur yang mempunyai kewenangan mengenai peredaran narkoba jangan setengah hati, kalau kita berbicara masalah narkoba ini perputaran uang yang sangat besar bahkan bisa menghancurkan sebuah Negara, dan melebihi kekuatan militer,” paparnya.

Lanjutnya, antara masyarakat dan aparatur harus kompak jangan setengah-setengah, mengenai orang perorang disampaikan paling efektif keluarga serta lingkungan, untuk berkata tidak mengenai narkoba. Dan ada lagi pencegahan yang sifatnya prifentif. Dalam kasus narkoba dinegara kita ini, sekarang berubah trennya kalau dulu pelaku-pelaku penyalah gunaan narkoba orang yang banyak duitnya, atau orang kaya. Tapi sekarang ini sampai ke desa-desa dimana masyarakatnya miskin ikut bermain narkoba, kenapa karena faktornya banyak kurangnya penyuluhan, sosialisasi mengenai bahayanya narkoba dan yang paling berbahaya faktor ekonomi yaitu kemiskinan.

Banu Satriono Blong mengatakan bahwa bisnis narkoba sangat menjanjikan karena perputaran uang yang sangat besar, apalagi masyarakat yang miskin akan mudah dipengaruhi dan himbaun saya kepada seluruhnya untuk kepedulian mengenai sosial ekonomi, kepedulian yang bagaimana kita harus membuang ego untuk kepentingan sendiri, dan tidak peduli dengan orang lain, ciptakan lapangan kerja sebanyak banyaknya yang dimulai dari diri kita sendiri dan membuang hal-hal yang kontra dimana kontra penciptaan lapangan kerja contohnya seorang ketua yayasan jangan ambil dari keluarga sendiri pegawainya dan tidak diberikan kesempatan kepada orang lain. Dan ini sudah menjadi tradisi dimana-mana.

“Pada Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2019 ini bahwa bahaya narkoba itu bukan dianggap main-main, jadi mari kita kompak untuk memberantas narkoba, baik dari masyarakat dan aparatur harus bahu membahu memberantasnya. Dan intinya Kita Harus Kompak,” jelas Banu. (HTP/HP)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *