21 August 2019
  • 21 August 2019
Breaking News
  • Home
  • Pemilu 2019
  • Suap Rp 8 Miliar yang Diterima Politisi Golkar Ternyata Untuk Serangan Fajar

Suap Rp 8 Miliar yang Diterima Politisi Golkar Ternyata Untuk Serangan Fajar

By on 29 March 2019 0 104 Views

JAKARTA, ROC – Anggota DPR Komisi VI Bowo Sidik Pangarso resmi ditetapkan sebagai tersangka suap kerjasama pengangkutan bidang pelayaran oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (28/3/2019) .

Ia diduga mengumpulkan uang hasil untuk melakukan serangan fajar di Pemilu Legislatif 17 April 2019 nanti. Bowo merupakan Caleg DPR RI dari Partai Golkar yang masuk dalam Daerah Pemilihan (Dapil) II Jawa Tengah.

“KPK sangat menyesalkan kejadian ini, karena diduga anggota DPR RI yang juga mencalonkan diri di Daerah Pemilihan Jawa Tengah II pada Pemilu 2019 justru terlibat korupsi dan bahkan diduga telah mengumpulkan uang dari sejumlah penerimaan-penerimaan terkait jabatan yang dipersiapkan untuk serangan fajar pada Pemilu 2019 nanti,” ucap Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (28/3/2019).

Basaria membeberkan asal mula uang yang akan digunakan Bowo untuk serangan fajar atau melakukan politik uang.

Bowo diduga meminta fee dari PT Humpuss Transportasi Kimia (PT HTK) atas biaya angkut yang diterima sejumlah dua dolar Amerika per metric ton.

“Diduga sebelumnya telah terjadi enam kali penerimaan diberbagai tempat seperti rumah sakit, hotel dan kantor PT. HTK sejumlah Rp 221 juta dan USD85,130,” kata Basaria.

Uang yang diterima Bowo diubah menjadi pecahan Rp50 ribu dan Rp 20 ribu sebagaimana ditemukan tim KPK dalam amplop-amplop di Gedung Granadi, Jakarta Selatan.

Selain penerimaan terkait dengan kerjasama pengangkutan di Bidang Pelayaran antara PT Pupuk lndonesia Logistik (PILOG) dengan PT HTK, KPK juga mendapatkan bukti telah terjadi penerimaan lain terkait dengan jabatan Bowo sebagai Anggota DPR Rl.

“Karena diduga penerimaan-penerimaan sebelumnya disimpan di satu lokasi di Jakarta, maka tim bergerak menuju kantor di Jakarta untuk mengamankan uang sekitar Rp8 millar dalam pecahan Rp20 ribu dan Rp50 ribu yang telah dimasukkan dalam amplop amplop pada 84 kardus,” tandas Basaria.

Terkait kasus ini, Bowo ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan pejabat PT Inersia Indung dan Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti.

Atas perbuatannya, Bowo dan Indung disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 dan/ atau Pasal 12B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Sedangkan Asty dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. [spy]

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *