26 May 2019
  • 26 May 2019
Breaking News

Strategi Door to Door “ala” Paslon Hasanah di Pilgub Jabar

By on 4 June 2018 0 81 Views

BANDUNG, (ROC) – Pasangan Cagub dan Cawagub Jabar nomor urut dua, Tb Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) akan menggunakan jurus door to door dalam strategi pemenangan di pilgub Jawa Barat

Hal ini dilakukan oleh Tb Hasanuddin karena menilai bahwa calon gubernur yang lain tidak langsung terjun ke lapangan. Momen inilah yang akan dimanfaatkan tim pemenangan Hasanah.

“Saat ini sudah ada sekitar 4.500 relawan yang siap memenangkan Pasangan Hasanah dan tugas utama tiap relawan adalah merekrut seratus orang,” ujarnya. Lanjutnya, sehingga dari tugas merekrut tersebut nantinya total akan ada sekitar 450 ribu orang yang door to door sampai hari pemilihan.

Sementara, Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih, Maruarar Sirait menegaskan siap menggerakan seluruh kader TMP di Jawa Barat, untuk berjuang demi kepentingan partai dan organisasi, salah satunya adalah mengantarkan kemenangan paslon Hasanah pada Pilgub Jawa Barat 2018.

“TMP akan memanfaatkan sisa waktu sebelum pencoblosan, untuk bergerak secara terstruktur melalui door to door, dengan cara cerdas dan sopan santun mendekati masyarakat,” ucapnya.

Selain itu, Maruarar menambahkan, bahwa anggota TMP bakal dibekali dengan pengetahuan mengenai visi misi Hasanah, serta pengalaman yang mumpuni, dan meminta kepada kadernya untuk bekerja keras langsung mengetuk satu persatu rumah,

Anton Charliyan Belum Terdaftar Dalam DPT

Sementara tim pemenangan mencoba untuk menerapkan strategi door to door,  Calon wakil Gubernur Jawa Barat Anton Charliyan mengaku belum terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018.

“Saat dicek, saya belum terdaftar dalam DPT Pilgub Jawa Barat 2018. Makanya sekarang sedang diurus, padahal saya sudah e-KTP,” kata Anton usai menghadiri Rapat Konsolidasi DPC PDIP se-Jawa Barat, di Hotel Horison Bandung, Kota Bandung, Senin (4/6).

Anton mengatakan informasi bahwa dirinya tidak masuk dalam DPT Pilkada Jawa Barat diketahui dari para relawannya yang menggalang dukungan untuk dirinya.

“Dari relawan itu kita mendapatkan beberapa hal kendala dan harus diwaspadai, relawan itu mengumpulkan KTP elektronik dan hampir 30 persen (KTP elektronik yang dikumpulkan relawannya) belum terdaftar di KPU (masuk dalam DPT Pilgub Jawa Barat) alasannya di luar DPT. Ini harus jadi perhatian kita semua dan harus diselesaikan,” pungkasnya. (Red/Rep/SM/CNN)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *