24 March 2019
  • 24 March 2019
Breaking News
  • Home
  • Internasional
  • Staf PBB di Roma Yang Menjadi Korban Pesawat Ethiopian Airlines Jatuh Adalah WNI

Staf PBB di Roma Yang Menjadi Korban Pesawat Ethiopian Airlines Jatuh Adalah WNI

By on 11 March 2019 0 12 Views

ETHIOPIA, ROC – Seorang WNI yang menjadi korban jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines pada Minggu (10/03), dipastikan merupakan salah satu dari sejumlah staf PBB yang menumpang pesawat tersebut.

Melalui keterangan tertulis Kedutaan Besar Indonesia di Roma, Italia, WNI itu adalah seorang perempuan yang tinggal di Roma dan bekerja untuk World Food Program (WFP)—badan pangan yang bernaung di bawah PBB.

“Duta Besar RI di Roma, telah bertemu dengan keluarga korban, dan menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban.

“KBRI Roma akan terus berkordinasi dengan keluarga korban, KBRI Addis Ababa dan Kantor WFP Roma untuk pengurusan jenazah dan dukungan bagi keluarga.”

Keterangan ini sejalan dengan pengakuan Direktur Eksekutif WFP, David Beasley, bahwa ada stafnya yang meninggal dunia dalam peristiwa itu.

Seorang sumber PBB kepada kantor berita Agence France-Presse bahwa “sedikitnya 12 korban berafiliasi dengan PBB.”

Pesawat dengan nomor penerbangan ET-302 itu menggunakan pesawat Boeing 737 Max-8 yang dioperasikan sejak November 2018. Saat jatuh, pesawat itu mengangkut 149 penumpang dan delapan awak.

Mereka dinyatakan meninggal dunia, termasuk 32 warga Kenya, 18 warga Kanada, sembilan warga Ethiopia, delapan warga Amerika Serikat dan seorang warga negara Indonesia.

Pimpinan Ethiopian Airlines, Tewolde Gebremariam, mengatakan mereka yang berada di dalam pesawat naas itu berasal dari 30 negara yang berbeda-beda.

Selain seorang penumpang dari Indonesia, terdapat satu penumpang dari masing-masing negara; Belgia, Somalia, Norwegia, Serbia, Togo, Mozambik, Rwanda, Sudan, Uganda dan Yaman.
Apa yang sebenarnya terjadi?

Penyebab terjadinya kecelakaan belum sepenuhnya jelas. Namun, pilot melaporkan mengalami kesulitan dan telah meminta kembali ke Addis Ababa, sebut Ethiopian Airlines.

“Pada tahap ini, kami tidak bisa menepis apapun,” sebut CEO Ethiopian Airlines, Tewolde Gebremariam, kepada para wartawan di Bandara Internasional Bole di Addis Ababa.

“Kami juga tidak bisa mengaitkan suatu hal dengan penyebabnya karena kami harus mematuhi aturan internasional dalam menunggu penyelidikan.”

Pandangan di lokasi disebut baik namun laman pemantau lalu lintas udara, Flightradar24, melaporkan “kecepatan vertikal pesawat tidak stabil setelah lepas landas”.

Pesawat itu jatuh sekitar enam menit setelah tinggal landas dari ibu kota Ethiopia, Addis Ababa, dengan tujuan ibu kota Kenya, Nairobi. (BBC)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *