23 April 2021
  • 23 April 2021
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Soal GNWT, Din Syamsuddin: Kami Serukan Umat Berwakaf ke Organisasi Islam, Wapres: Saatnya Indonesia Jadi Contoh

Soal GNWT, Din Syamsuddin: Kami Serukan Umat Berwakaf ke Organisasi Islam, Wapres: Saatnya Indonesia Jadi Contoh

By on 29 January 2021 0 109 Views

Ket gbr: Wakil Presiden RI  Ma’ruf Amin (kiri), Mantan Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin (kanan). Foto: Kolase/ROC.

ROC – Seperti diketahui, baru-baru ini, di Istana Negara Jakarta, yakni Senin tanggal 25 Januari 2020, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meluncurkan Gerakan Nasional Wakaf Tunai (GNWT), yakni gerakan nasional wakaf uang. Hal ini untuk mendorong masyarakat untuk  melakukan wakaf dengan menggunakan uang.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan bahwa wakaf menjadi salah satu potensi ekonomi dan keuangan syariah Indonesia. Dia mengatakan, hingga Desember 2020 lebih dari Rp300 miliar wakaf uang yang terkumpul.

“Sampai dengan tanggal 20 Desember 2020 total wakaf tunai yang sudah terkumpul melalui dan dititipkan di bank adalah sebesar Rp328 miliar. Sedangkan project base wakaf mencapai Rp597 miliar,” kata Menkeu.

Dia mengatakan bahwa pemangku kepentingan telah berusaha mengembangkan wakaf uang untuk dikelola secara produktif, amanah atau akuntabel dan profesional. Sehingga wakaf dapat memperkuat Islamic social safety net di masyarakat.

Salah satunya dengan memobilisasi wakaf uang dan menginvestasikan kepada kas wakaf sebuah Linked Sukuk. Ini merupakan sebuah instrumen baru yang diterbitkan oleh pemerintah dimana imbal hasil dari kas wakaf linked sukuk digunakan untuk membiayai berbagai program sosial.

“Saat ini sudah terkumpul lebih dari Rp54 miliar dalam bentuk kas wakaf linked sukuk,” ungkapnya.

Terkait hal tersebut, Mantan Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin menyerukan kepada umat Islam agar gemar berwakaf, baik uang maupun harta, ke organisasi/lembaga Islam. Menurut Din, gemar wakaf menambah pahala dan amal jariah.

“Mengamalkan ajaran Islam tentang wakaf dan menyambut seruan Pemerintah untuk Gerakan Wakaf Nasional, maka kami menyerukan kepada umat Islam agar gemar berwakaf, baik uang maupun harta, ke organisasi/lembaga Islam,” kata Din Syamsuddin dalam pernyataan persnya, Jumat (29/1).

Menurut Din, organisasi atau lembaga Islam itu selama ini sudah berjuang untuk memajukan kehidupan bangsa melalui pelayanan pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi, serta pembangunan masjid, musala, dan sarana dakwah lainnya.

“Mereka sangat membutuhkan bantuan dana, apalagi pada masa pandemi sekarang ini. Mereka akan mengemban amanat wakaf dengan baik demi kemaslahatan umat,” ujar mantan ketua umum PP Muhammadiyah ini.

“Berwakaf ke ormas/lembaga Islam menambah pahala dan amal jariah,” pungkas Din.

Wapres himbau ulama sosialisasikan wakaf uang, saatnya Indonesia jadi contoh

Sementara itu, Wapres Maruf Amin meminta para ulama, ustadz, mubaligh dan para kyai untuk mensosialisasikan praktek wakaf uang. Baik dalam tabligh akbar, majelis taklim dan khutbah.

“Dalam mengoptimalkan pengelolaan wakaf uang juga tidak kalah pentingnya adalah peran para ulama, ustadz, mubaligh dan para kyai untuk mensosialisasikan praktek wakaf uang. Baik dalam tabligh akbar, majelis taklim, khutbah jumat atau berbagai sarana dakwah dan berbagai media komunikasi lainnya agar informasi dan pesan tentang wakaf uang sampai kepada umat,” kata Ma’ruf.

Menurutnya, sudah saatnya sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, dan dikenal sebagai negara dengan penduduk yang paling dermawan, Indonesia dapat memberikan contoh praktik pengelolaan wakaf yang bersifat produktif, yang dapat memberikan nilai manfaat lebih banyak, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pada akhirnya, pengelolaan wakaf uang yang optimal juga akan mendorong pencapaian Indonesia sebagai negara dengan keunggulan (flagship) dalam pengelolaan Keuangan Sosial Islam. Ini yang akhirnya akan menjadi bagian dari pencapaian Indonesia pada tahun 2024 sebagai pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di dunia,” pungkasnya.

Red

 

 

👉Terimakasih sudah membaca & membagikan link republik-online.com

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *