17 February 2020
  • 17 February 2020
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • SIM Pengemudi Bus yang Terjun ke Jurang di Pagar Alam Mati Sejak 2010

SIM Pengemudi Bus yang Terjun ke Jurang di Pagar Alam Mati Sejak 2010

By on 25 December 2019 0 38 Views

Jakarta, ROC – Bus Sriwijaya dengan nomor polisi BD 7031 AU jurusan Bengkulu-Palembang terjun ke dalam jurang Pagar Alam dengan kedalaman sekitar 150 meter. Kejadian tersebut terjadi pada Senin (23/12) sekitar pukul 23.00 WIB.

Polri meminta kepada para pengemudi baik roda empat maupun lebih agar berhati-hati lagi saat melewati jalan tersebut. Karena, medan dari jalan tersebut sangat tajam tikungannya.

“Karakteristik jalan tersebut naik turunan tajam, tikungan tajam, ini perlu konsenterasi yang cukup kuat bagi pengguna jalan di sana. Oleh karena itu, memang direkomendasikan oleh pengemudi kendaraan di sana, kondisi kendaraannya harus prima, rem cukup pakem, pengemudi harus waspada juga di situ, karena di situ tikungan-tikungan naik, turunan tajam,” kata Kakorlantas Polri Irjen Istiono dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (25/12).

Selain itu, dari hasil penyelidikan sementara. Sopir bus tersebut diketahui memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) yang sudah mati sejak tahun 2010 silam. Bukan hanya itu saja, untuk izin operasi ini juga sudah cukup lama yakni 20 tahun lalu dan masih beroperasi.

“Polisi masih menyelidiki penyebab kecelakaan, pemeriksaan pun akan dilakukan hingga 2 hari ke depan,” jelasnya.

“Pengemudi setelah kita cek SIMnya sudah mati dari tahun 2010, tadi PO datang kemudian izin mobilnya sendiri sudah cukup lama 20 tahun, namun masih operasional,” sambungnya.

Polisi pun sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hal itu untuk memastikan lagi penyebab terjadinya kecelakaan tersebut.

“Sudah dilakukan olah TKP Tim TAA dari Polda, nanti analisa secara lengkap akan diberikan secara jelas. Ini masih dalam proses pengumpulan data,” ujarnya.

Dengan banyak memakan korban, Istiono pun menjenguk para korban luka sehari pasca kejadian yang dirawat di RSUD Basemah, Kota Pagar Alam, Palembang, Sumatera Selatan. Kedatangan Istiono itu juga untuk menyampaikan rasa simpati dan dukanya kepada korban dan keluarga korban.

Di sana, Istiono mendapatkan informasi atau keterangan dari korban yang mengalami luka ringan terkait peristiwa tersebut. Sebanyak tiga orang telah memberikan keterangan kepada dirinya.

“Setelah kita tanya ke saksi-saksi tadi, dari awal sudah terjadi senggolan dengan Avanza di sebuah Kota, kemudian juga membentur sebuah barrier, kemudian sempat sekali istirahat,” ungkapnya.

“Namun demikian pada waktu jalan, saksi juga menyatakan bus melaju kecepatan tinggi dan kemudian pada waktu turunan di KM 9 Pagar Alam di turunan 45 derajat dan tidak terasa ada pengereman sama sekali. Dan ini kita dalami masalah ini, karena kejadiannya terjadi pada pukul 23.00 WIB,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, Jumlah korban tewas dalam kecelakaan bus Sriwijaya di Pagar Alam kembali bertambah menjadi 34 orang. Sementara badan bus berhasil dievakuasi ke pinggir sungai.

Kasubsi Operasi dan Siaga Kantor SAR Palembang, Benteng Telau mengungkapkan, ketiga jenazah baru ditemukan dalam proses penyelaman oleh tim SAR gabungan tak jauh dari TKP, Rabu (25/12). Pada operasi pencarian hari kedua, ada enam jenazah yang ditemukan sejak pagi tadi.

“Pagi tadi kita temukan tiga jenazah, siang sampai sore ini ada tiga jenazah lagi, total hari ini ada enam jenazah. Untuk keseluruhan korban tewas ada 34 orang,” ungkap Benteng.

Seluruh korban, kata dia, telah dievakuasi ke RSUD Basemah Pagar Alam untuk identifikasi. Enam jenazah yang baru ditemukan hari ini belum diketahui identitas dan jenis kelaminnya. (Red/Merdeka)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *