17 October 2019
  • 17 October 2019
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Silaturahmi Nasional Syarikat Islam, Bangun Perekonomian dan Sejahterakan Masyarakat Indonesia

Silaturahmi Nasional Syarikat Islam, Bangun Perekonomian dan Sejahterakan Masyarakat Indonesia

By on 22 October 2018 0 240 Views

Jakarta, ROC –  Syarikat Islam (SI) mengadakan pengajian dan silaturahmi nasional 2018, sekaligus tasyakuran Milad ke-113, yang dilaksanakan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (21/10/2018)

Setidaknya, 12 ribu jamaah dari berbagai provinsi di Indonesia yang rata-rata datang dengan menggunakan ratusan Bus, memadati seluruh area Masjid Istiqlal.

Syarikat Islam merupakan salah satu organisasi keagamaan yang turut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. Salah satu organisasi tertua di Indonesia ini, telah berusia 113 tahun.

Ketua Umum Syarikat Islam, Dr Hamdan Zoelva SH. MH, mengatakan banyak tarik menarik politik kepentingan di Indonesia yang mempengaruhi umat Islam dii tahun politik ini, namun secara formal dan organisasi, Syarikat Islam tidak berafiliasi dengan partai manapun.

“Ke depan Syarikat Islam akan lebih menggerakan diri pada perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” ujar Zoelva.

Lanjutnya, selain perekonomian, ia menyebutkan bahwa saat ini  banyak berita hoaks yang berseliweran membuat tensi politik jelang Pilpres 2019 semakin tinggi.

“Mari kepada seluruh umat muslim, khususnya SI untuk tidak dengan mudahnya menyebarkan berita kepada orang lain tanpa melakukan klarifikasi atau tabayyun terlebih dahulu. Sebab, berita hoaks itu bisa menimbulkan perselisihan yang dapat berujung pada perpecahan,” tandasnya.

Zoelva menambahkan, saat ini banyak persilangan pendapat dalam berbagai hal, khususnya urusan politik dan kekuasaan. Terlebih saat ini masyarakat tengah dihadapkan pada perhelatan Pemilu 2019.

Sehingga mantan Ketua MK itu menghimbau jemaah Syarikat Islam untuk menjauhkan diri dari perselisihan, dan lebih mengedepankan persatuan. Terlebih, SI sebagai ormas tidak memiliki afiliasi politik tertentu.

“Hindari perselisihan yang mengarah kepada perpecahan. Secara formal organisasi Syarikat Islam tidak lagi fokus ke alur politik praktis dan menjaga jarak sama dengan semua parpol atau kekutan politik yang ada,” terangnya.

Ditempat yang sama, Dewan Penasihat Sarikat Islam Provinsi DKI, Mayjen (Purn) DR. Ir. H. Suharno, MM, mengapresiasi SI yang saat ini terfokus kepada ekonomi kerakyatan, dengan Membangun sentra Ekonomi untuk kemakmuran Umat Islam. Program unggulan Sentra perekonomian kerakyatan serta koperasi, mengubah dari konsumtif menjadi produktif. Perkumpulan perdagang muslim khususnya SI harus bangkit melawan kemiskinan.

“Sebagian besar yang menguasai ekonomi Indonesia saat ini bukanlah Islam, contohnya 100 orang terkaya dikuasai oleh taipan, mari kita bangkit fisabilillah berjihad membangun unit unit usaha, Bangun Lembaga wakaf, Lembaga zakat Syarikat Islam,” ujar Suharno.

Sementara Adjeng Ratna Suminar yang juga merupakan anggota dari Syarikat Islam menuturkan bahwa, SI tidak mengkotak-kotakkan kader, baik itu kaum pria maupun wanita. Bahkan kaum wanita bisa membantu perekonomian keluarga dari berbagai macam hal yang bias dilakukan di rumah, tanpa meninggalkan kodratnya.

“Kaum perempuan bisa bekerja di rumah dan bahkan masih bisa mengurus keluarga misalkan menjahit, membuat makanan, membuat souvenir, dan lain sebagainya, sehingga dalam satu keluarga bias saling menunjang,” ucapknya.

Silaturahmi nasional dan Milad SI ke-113 tersebut berlangsung dari pagi hingga siang, dengan tema yang diusung “Mewujudkan Masyarakat Muslim Indonesia Yang Ramah” serta menghindari permusuhan, pertengkaran dan kembali ke kitahnya. (red)

 

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *