20 August 2019
  • 20 August 2019
Breaking News

Sidang Korupsi Mantan Bupati Mojokerto, Saksi Beratkan Tersangka

By on 18 October 2018 0 130 Views

Mojokerto, ROC – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, kembali menyidangkan mantan Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa ( MKP ), dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi. Pada Senin (15/10/2018).

Dalam siding, saksi yang dihadirkan diantaranya yang hadir mantan Kepala Dinas Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal ( BPTPM ) Nurhono dan Kepala Satpol PP Suharsono.

Nurhono yang saat waktu itu sempat dinonjobkan oleh Bupati Mustofa Kamal Pasa, dalam kesaksiannya menyebutkan bahwa ada beberapa jenis setoran yang diberikan, diantaranya setoran rutin mingguan, setoran pungutan perizinan dan yang lainnya.

Sidang yang dipimpin oleh Majelis Hakim I Wayan Sesiawan tersebut, Nurhono mengaku selama menjabat, setiap hari jum’at memberi setoran uang sebesar Rp. 20 juta. Setoran ini beda dengan uang pungutan yang di perizinan.

Selain itu, ia juga mengaku pernah menitipkan uang sebesar Rp. 285 juta melalui Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan ( BKPP ) Susantoso, dan juga diharuskan membeli kursi jabatan senilai Rp. 500 juta, yang uangnya dititipkan melalui ajudan pribadinya Mustofa Kamal Pasa yaitu saudara Lutfi Arid Nuttaqin.

Dalam sidang tersebut, sempat juga diputarkan rekaman komunikasi antara Suharsono selaku  Kepala Satpol PP dengan Nurhono yang pada waktu itu menjabat sebagai Kepala Dinas Perizinan. Yang isi percakapan tersebut yaitu Suharsono sebagai mediator agar  meminta dua perusahaan membayar Rp. 200 juta pertower, namun laporan itu disampaikan akhirnya ditolak oleh Nurhono karena Mustofa Kamal Pasa selaku Bupati Mojokerto pada waktu itu meminta Rp. 300 juta.

Mustofa Kamal Pasa dalam kasus ini telah melanggar Pasal 12 huruf a dan Pasal 11 UU nomor 31 tahun 1999 yang sebagaimana telah diubah UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, juncto pasal 65 ayat 1 KUHP. (HP)

  Hukum
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *