26 November 2020
  • 26 November 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Sidang Kasus Lahan BMW, Ahli Waris Gugat Agung Podomoro dan Pemprov DKI Jakarta

Sidang Kasus Lahan BMW, Ahli Waris Gugat Agung Podomoro dan Pemprov DKI Jakarta

By on 20 October 2020 0 103 Views

ROC – Persidangan sengketa lahan BMW ahli waris dengan PT. Agung Podomoro sebagai tergugat pertama, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tergugat dua, Badan Pertanahan Nasional (BN) dan tergugat lainnya digugat di Pengadilan Negeri (PN),  Jakarta Utara.

Gugatan yang diajukan ahli waris Zakaria M, melalui kuasa hukumnya Anthony Siagian dan Rekan, selaku penggarap lahan resmi di atas lahan Taman Bersih Manusiawi dan Berwibawa (BMW) , berlokasi di jalan Martadinata, Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Sengketa Lahan Taman BMW yang saat ini telah diresmikan untuk pembangunan wisma Atlet dan lapangan olah raga Pemprov DKI Jakarta itu, belum terselesaikan. Dimana pengembang atau perusahaan yang mengklaim selaku pemilik lahan puluhan hektar tersebut.

Hal itu disampaikan Anthony Siagian SH,  penasihat hukum ahli waris Zakaria, usai persidangan agenda mendengarkan  keterangan saksi. Penggugat menghadirkan 5 orang saksi yang telah diperiksa dan diminta keterangannya oleh majelis hakim pimpinan Tiares Sirait.

“DIpersidangan tadi jelas terlihat bahwa para tergugat tidak terlihat aktif dalam melontarkan pertanyaan kepada saksi saksi yang kami hadirkan. Hanya tergugat satu PT. Agung Podomoro saja yang terlihat sesekali melontarkan pertanyaan terhadap saksi saksi,” terang Kuasa hukum penggugat Anthony Sigian didampingi Stephen Panjaitan, pada wartawan.

Pemprov DKI Jakarta merupakan tergugat dua, karena kepemilikan surat dari lahan tersebut menjadi atas nama Pemprov DKI Jakarta. Sementara pembangunan lapangan olah raga (Wisma Atlet) itu direkomendasikan Pemprov DKI ke PT Jakarta Propertindo (PT Jakpro). Demikian juga gugatan terhadap PT Agung Podomoro, dimana pengembang tersebut katanya yang menyerahkan lahan tersebut ke Pemprov DKI sebagai lahan Fasilitas Umum dan Fasilutas Sosial (Fasos Fasum), ujar Anthonny.

Untuk mengungkap materi gugatan, kami menghadirkan saksi saksi yang mengetahui mengenal dan mendengar lahan garapan yang sempat dikuasai Zakaria M. Artinya, mereka (saksi) mengetahui dan tau bahwa Alm Zakaria M adalah penggarap lahan taman BMW sejak tahun 1954.

“Saat ini, lahan tersebut telah dibangun wisma Atlet, walau ganti rugi terhadap penggarap yang sah belum dibayar pihak yang mengaku pemilik lahan yang berada dikawasan Hak Penggunaan Lahan (HPL) Sunter”, tutur Anthony Siagian.

“Kami selaku kuasa hukum berharap kiranya di dalam agenda putusan nanti Majelis Hakim pimpinan Tiares Sirait, yang menyidangkan perkara ini memutus dengan seadil adilnya berdasarkan fakta fakta yang terungkap di persidangan, baik dari bukti surat dan berdasarkan keterangan saksi saksi yang di hadirkan penggugat. Semoga Tuhan mengabulkan pemohonan tuntutan di dalam Gugatan kami”, ujarnya. (Nico)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *