16 June 2019
  • 16 June 2019
Breaking News

Sidang Gugatan ke First Travel Ditunda, Ratusan Jamaah Kecewa

By on 21 March 2019 0 85 Views

DEPOK, ROC – Ratusan jamaah First Travel (FT) kecewa karena sidang gugatan atas perkara pencucian uang yang dilakukan Dirut PT FT Andika Surachman di Pengadilan Negeri (PN) Depok setelah menunggu hampir tujuh jam lamanya ternyata ditunda karena jaksa penuntut umum (JPU) tidak hadir, Rabu (20/3/2019).

Sidang yang dipimpin Ketua PN Depok Soebandi dengan agenda gugatan terhadap pencucian uang oleh First Travel pengelola perjalanan umrah dan haji dan diajukan ribuan calon jamaah dengan kuasa hukum Rizqie Rahmadinsyah disaksikan ratusan jamaah umrah
Sidang ditunda hingga 27 Maret 2019 menunggu kesiapan kejaksaan.

“Kita akan tindaklanjuti kembali, persidangan ini sampai pekan depan. Saya minta kepada pihak kejaksaan, agar melengkapi berkas perkara gugatan ini,” katanya sehingga 27 Maret 2019 ketiga tergugat yaitu pengelola First Travel bisa dihadiri kejaksaan.

Kuasa Hukum Calon Jamaah, Rizqie Rahmadinsyah, berharap ketiga pelaku nanti dapat hadiri dalam sidang minggu depan.

Sebetulnya, dirinya sempat menanyakan, masalah tersebut kepada pihak Kejaksaan Negeri Kota Depok namun belum mendapatkan jawaban pasti.

“Saya sempat meminta kepada pihak kejaksaan, agar terdakwa dihadirkan kembali namun belum ada keputusannya, oleh sebab itu saya meminta bantuannya untuk mengurus hal ini yang mulia,” tuturnya.

MINTA BANTUAN PRESIDEN

Sedangkan, ratusan calon jamaah yang memadati PN Depok, mengaku kecewa dengan penundaan serta ketidak datangan ke tiga terdakwa bos First Travel dalam sidang di PN Depok.

“Haduh.. Sudah lebih tujuh jam menunggu ternyata sidang ditunda akibat JPU tidak hadir, ” gerutu Ny. Iis warga Cimanggis saat menunggu sidang .

Melihat kondisi yang tidak menguntungkan, calon jamaah siap meminta bantuan Presiden Joko Widodo untuk mengembalikan uang hasil jerih payah selama puluhan tahun yang telah disetor ke first travel dan kini disita pihak Kejaksaan Negeri Depok.

“Kami minta Pak Presiden Indonesia bantu kami berangkatkan kami, kembalikan uang kami. Mau gak mau diberangkatkan dan harus dikembalikan apapun bentuknya,” katanya terlebih uang itu hasil keringat sendiri dari bekerja tahunan bukan hasil korupsi. [eye]

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *