24 October 2020
  • 24 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Setelah Sekian Lama Jadi DPO, Mantan Dirut Transjakarta Donny Saragih Ditangkap

Setelah Sekian Lama Jadi DPO, Mantan Dirut Transjakarta Donny Saragih Ditangkap

By on 5 September 2020 0 230 Views

ROC — Mantan Direktur Utama Transjakarta Donny Andy Sarmedi Saragih alias Donny Saragih akhirnya ditangkap setelah sekian lama tercatat dalam daftar pencarian orang (DPO).

Sebelum ditangkap pada Jumat (4/9/2020) malam tadi, Donny diketahui berencana melakukan pengobatan di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta Selatan. Namun, ketika dilacak oleh aparat kejaksaan, keberadaan Donny terendus.

Hal itu dikatakan Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat Nur Winard kala menjelaskan kronologi penangkapan Donny.

Awalnya Donny diketahui akan melakukan pengobatan di RSPI Jakarta Selatan pada Jumat sekitar pukul 17.00 WIB.

“Kemudian tim gabungan Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi DKI dan Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat melakukan pemantauan namun terpidana tidak diketahui keberadaanya,” ujar Nur Winard dalam keterangan resmi, Sabtu (5/9).

Tim gabungan pun lalu melacak keberadaan Donny hingga akhirnya bergerak menuju Apartemen Mediterania Jakarta Utara yang diduga menjadi tempat tinggal terpidana.

“Sesampainya di lokasi (aprtemenen) tim langsung melakukan penangkapan terhadap terpidana yang berada dalam kamar terpidana dan selanjutnya sekitar pukul 23.00 terpidana dibawa oleh tim gabungan ke Kejaksaan Tinggi DKI untuk dilakukan serah terima kepada Tim Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat,” katanya.

Sebelumnya, Donny yang terlibat kasus penipuan  dinyatakan bersalah berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 100K/Pid/2019 tanggal 12 Februari 2019 Jo. Putusan PT DKI Jakarta Nomor 309/Pid/2018/PT.Dki tanggal 12 Oktober 2018 Jo. Putusan PN Jakarta Pusat nomor 490/Pid.B/2018/PN.JKT.Pst tanggal 14 Agustus 2018.

Setelah putusan berkekuatan hukum, terpidana tidak kooperatif dan melarikan diri sehingga ditetapkan sebagai DPO.

Pihak Donny pun sempat mengajukan permohonan peninjauan kembali (PK) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tetapi prinsipal tidak pernah hadir dalam sidang PK.
(red)

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *