30 October 2020
  • 30 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Setelah Anies Baswedan, Menyusul  Ridwan Kamil Bakal Ajukan PSBB untuk Wilayah Jabar

Setelah Anies Baswedan, Menyusul  Ridwan Kamil Bakal Ajukan PSBB untuk Wilayah Jabar

By on 4 April 2020 0 385 Views

Jakarta, ROC — Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mendukung adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dia menyatakan upaya PSBB ini merupakan langkah untuk penanggulangan sekaligus pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19.

Dalam waktu dekat, Ridwan Kamil yang akrab di sapa Kang Emil itu, bakal mengikuti jejak Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk mengajukan PSBB ke pemerintah pusat, yang mana dalam PSBB itu, nantinya ada beberapa wilayah yang akan diprioritaskan untuk diterapkan PSBB. Di antaranya wilayah Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bekasi.

Menurut dia, langkah itu harus sinergi dengan keputusan Pemprov DKI Jakarta, mengingat peta sebaran Covid-19 turut dipengaruhi pola sosial warga Bogor, Depok dan Bekasi di Jakarta.

“Kami prioritaskan adalah kota dan kabupaten yang ada di dekat Jakarta karena harus satu cermin mirroring istilah saya. Kalau Jakarta Pak Anies, maka Bogor, Bogor, Depok, Bekasi, Bekasi harus sama,” kata Kang Emil di Gedung Pakuan, Jalan Otista, Kota Bandung, Jumat (3/4) kemarin.

Karena itu, Emil akan segera menyampaikan usulan daerah PSBB kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, sehingga segera ada tindak lanjut dari wacana tersebut.

Ia menyimpulkan, dalam wacana PSBB Pemprov Jabar akan menunggu keputusan Pemprov DKI Jakarta. Sementara di luar Bodebek, analisa akan dilakukan menyesuaikan dinamika daerah masing-masing.

“Karena virus ini kan gak ada KTP-nya jadi kalau hanya Jakarta yang melakukan sebuah upaya tiba-tiba Bodebek-nya beda tidak efektif juga, jadi kami memberi prioritas Jakarta mengambil kesimpulan dulu. Setelah Jakarta mengambil kesimpulan, kami mengikuti khusus untuk Bodebek. Di luar Bodebek, kami punya analisis karena isu dan dinamikanya jauh berbeda,” jelasnya.

Menurutnya, hal tersebut merupakan PR bagi kabupaten kota dan harus melakukan sosilaisasi dengan baik kepada masyarakat dan ulama sebelum melaksanakan aksi itu. Namun ia berharap segala rencana dapat disosialisasikan kepada daerah dengan baik agar tak ada dinamika yang timbul.

Sebelumnya diberitakan, setelah melaporkan tentang Covid-19 kepada Wakil Presiden Maruf Amin,  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga menyampaikan sudah kirim surat ke  Kementerian Kesehatan (Kemenkes), pada hari Kamis (2/4), untuk menetapkan status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Ibu Kota.

Dalam surat tersebut Anies juga meminta agar PSBB di Jakarta harus disertakan dengan daerah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi.

Permintaan tersebut lantaran dalam PP 21/2020, gubernur hanya bisa mengurusi satu provinsi. Sementara daerah penyangga DKI meliputi Banten dan Jawa Barat.

Menurutnya, batas-batas administrasi pemerintahan berbeda dengan penyebaran kasus-kasus Covid-19 di Jabodetabek.

“Episenter itu ada tiga, Jakarta, Jawa Barat dan Banten, jadi kami usulkan ada kebijakan tersendiri,” ujar Anies saat saat melaporkan tentang Covid-19 kepada Wakil Presiden Ma’ruf Amin melalui video conference, Kamis (2/4).

Anies menambahkan, sebelumnya Pemprov DKI telah mengajukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan pembatasan ekstrem berupa karantina wilayah pada awal pekan lalu. Namun, karena sudah terbit PP PSBB, pihaknya pun melakukan langkah selanjutnya sesuai PP tersebut, yakni mengirim surat kepada Menteri Kesehatan untuk mendapat persetujuan agar Jakarta dapat status PSBB.(red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *