2 December 2020
  • 2 December 2020
Breaking News
  • Home
  • Headline
  • Setahun Jokowi-Ma’ruf Amin, Fadli Zon : ada 4 Beban, dari Beban Utang hingga soal  Covid

Setahun Jokowi-Ma’ruf Amin, Fadli Zon : ada 4 Beban, dari Beban Utang hingga soal  Covid

By on 21 October 2020 0 172 Views

Presiden Joko Widodo atau Jokowi didampingi oleh wakil presiden Ma’ruf Amin (kanan) dan Ketua Umum Partai PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri. (foto: ROC)

ROC – Politisi Partai Gerindra Fadli Zon turut menyoroti satu tahun kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, yang pada hari Selasa kemarin (20/10/2020),  genap berjalan satu tahun.

Selama satu tahun itu pula banyak kebijakan yang mendapat sorotan dari berbagai pihak. Salah satunya dari Fadli Zon. Secara blak-blakan Fadli Zon mengungkapkan bahwa selama pemerintahan Presiden Jokowi, Indonesia mengalami banyak kemunduran. Menurut catatan Fadli setidaknya ada empat beban yang ditanggung selama pemerintahan Presiden Jokowi.

Menurut catatan Fadli setidaknya ada empat beban berat yang bobotnya kian besar ditanggung selama pemerintahan Presiden Jokowi.

“Kalau diminta menilai perjalanan setahun terakhir, apalagi enam tahun terakhir, tanpa bermaksud melebih-lebihkan, cukup jelas saya melihat ada banyak sekali kemunduran yg telah kita alami,” tulis Fadli Zon, di akun Twitternya.

“Di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo @jokowi, rakyat dan negara sama-sama memikul beban yang kian berat.”

“Saya mencatat, ada empat beban berat yang bobotnya kian besar selama pemerintahan Presiden @jokowi berlangsung,” papar Fadli Zon, masih di akun twitternya.

Menurut Fadli Zon, selama kepemerintahan Presiden Jokowi utang Indonesia bukan semakin menyusut, malah semakin naik.

Bahkan saat ini Indonesia menempati urutan ke-6 negara dengan utang tertinggi.

“Pertama adalah beban utang. Akibat miskalkulasi, mismanajemen, serta kerja-kerja pembangunan tuna konsep, Indonesia kini harus menanggung beban utang yang sangat berat,” kata Fadli dalam keterangan tertulis, Rabu (21/10).

Fadli mengutip laporan Bank Dunia bertajuk ‘International Debt Statistics 2021’ utang luar negeri Indonesia saat ini menempati urutan ke-6 tertinggi di antara negara-negara berpendapatan menengah dan rendah. Saat ini utang Indonesia menurutnya berkisar di 402 juta dolar Amerika Serikat.

Selain utang, kata Fadli, pemerintah juga telah menerbitkan Global Bond sebesar 4,3 miliar dolar AS dengan tenor 30 tahun. Utang ini berarti akan jatuh tempo pada 2050.

“Kedua adalah beban hukum. Kerusakan tatanan hukum di era pemerintah sekarang ini sangat kasar mata. Dulu, di periode pertama, kita pernah disuguhi 16 paket kebijakan hukum dan ekonomi. Kini, di tahun pertama periode kedua, kita disuguhi omnibus law Cipta Kerja,” tuturnya.

Fadli melihat pola penerbitan regulasi semacam ini bukan bentuk terobosan hukum, melainkan bentuk perusakan. Ia mengatakan di negara lain omnibus law paling banyak mengubah 10 Undang-Undang, bahkan mayoritas kurang dari itu.

Beban ketiga, kata Fadli adalah beban perpecahan. Pemerintah menurutnya masih bermain dengan sejumlah isu sensitif keagamaan. Ia menyoroti Menteri Agama Fachrul Razi yang beberapa kali melontarkan pernyataan yang kontroversial.

“Menteri Agama, misalnya, berkali-kali membuat umat Islam marah karena sejumlah ucapan dan kebijakannya. Pancasila, yg seharusnya menjadi alat pemersatu, melalui draf RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) malah membuat marah banyak orang,” tambahnya.

Beban terakhir, menurutnya adalah beban sosial.

“Rakyat kini bebannya kian berat. Sebelum ada pandemi Covid-19, rakyat sudah banyak terbebani kebijakan pencabutan subsidi, kenaikan tarif listrik, BBM, tol BPJS Kesehatan, dan lain-lain. Kini, beban rakyat bertambah karena pandemi,” ujarnya.

Menurut Fadli Zon, di periode kedua ini, seharusnya Presiden Jokowi belajar membangun pemerintahan yang berusaha untuk melakukan proses rekonsiliasi, bukan malah kian mempertajam segregasi.

“Seharusnya di periode kedua ini Presiden @jokowi belajar membangun pemerintahan yg berusaha untuk melakukan proses rekonsiliasi, bukan malah kian mempertajam segregasi,” ucapnya.

Fadli Zon menilai bahwa hanya Presiden Jokowi yang tidak memiliki beban di periode dua kepemimpinannya tersebut.

Di sisi lain, beban yang dihadapi rakyat justru bertambah banyak.

“Tahun lalu, Presiden @jokowi mengatakan bahwa ia tak punya beban apapun di periode kedua pemerintahannya. Sayangnya, yg merasa tak punya beban sepertinya hanyalah Presiden. Sementara, rakyat dan negara bebannya justru kian bertambah,” pungkas Fadli Zon.

(red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *