21 April 2021
  • 21 April 2021
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Serangan Roket di Irak: Kontraktor Koalisi Tewas, Enam Orang Cedera

Serangan Roket di Irak: Kontraktor Koalisi Tewas, Enam Orang Cedera

By on 16 February 2021 0 35 Views

Ket gbr: Orang-orang terlihat melalui lubang rumah yang rusak akibat serangan roket, di distrik Abu Ghraib, di pinggiran Baghdad, Irak. Foto: Reuters.

ROC — Sebuah serangan roket di Irak Utara, Senin (15/2), malam menewaskan seorang kontraktor dari koalisi pimpinan AS dan mencederai sedikitnya enam lainnya, sebut koalisi dan para pejabat Irak.

Sedikitnya tiga roket jatuh di daerah antara bandara Irbil dan markas yang dihuni pasukan AS di dekatnya. Dua roket lainnya menghantam kawasan sipil.

Seorang tentara AS dan beberapa kontraktor koalisi termasuk di antara yang cedera dalam serangan. Sebuah kelompok bernama Saraya Awliya al-Dam mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

“Kami marah atas serangan roket hari ini di Wilayah Kurdistan Irak,” kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Senin (15/2) malam.

“Kami menyatakan bela sungkawa kepada keluarga kontraktor sipil yang tewas dalam serangan ini, dan kepada warga Irak yang tak bersalah serta keluarga mereka yang menderita akibat tindak kekerasan yang kejam ini. Saya telah menghubungi PM Kurdistan Masrour Barzani untuk membahas insiden ini dan menjanjikan dukungan kami bagi semua upaya untuk menyelidiki dan menuntut mereka yang bertanggung jawab,” papar Blinken.

Barzani mencuit di Twitter bahwa ia telah berbicara dengan Blinken “mengenai serangan pengecut” itu dan bahwa kedua pihak akan “berkoordinasi erat dalam penyelidikan.”

Berikut bunyi twitter Barzani:

I spoke with @SecBlinken about the cowardly attack on Erbil. We agreed to coordinate closely in the investigation to identify the outlaws behind it -mb.

— Masrour Barzani پابەندین# (@masrour_barzani) February 15, 2021

Kematian terakhir yang dialami koalisi akibat serangan musuh di Irak terjadi hampir setahun silam di sebuah markas di sebelah utara Baghdad yang menewaskan dua tentara AS dan seorang tentara Inggris. Ketegangan meruncing antara milisi yang terkait dengan Iran di satu pihak dan pasukan AS beserta sekutu-sekutu Irak dan Kurdi mereka di pihak lainnya.

Presiden Irak Barham Saleh mencuit bahwa serangan itu menandai “eskalasi berbahaya dan tindakan kriminal teroris.”

Kepala Misi Bantuan PBB untuk Irak, Jeanine Hennis Plasschaert, mengatakan, “tindakan keji, sembrono seperti itu merupakan ancaman bagi stabilitas.”

“We deplore the deadly rocket attack on Erbil. Such heinous, reckless acts pose grave threats to stability. Iraq must be shielded from (external) rivalries. We call for restraint and for close Baghdad-Erbil collaboration to bring culprits to justice.”

— Jeanine Hennis (@JeanineHennis) February 16, 2021

“Irak harus dilindungi dari persaingan eksternal,” cuitnya hari Selasa (16/2).

“Kami menyerukan semua pihak menahan diri dan kolaborasi erat Baghdad-Irbil untuk menyeret pelakunya ke muka hukum.”

Saraya Awliya al-Dam menyatakan menargetkan markas tersebut karena “pendudukan Amerika” di Irak.

Red

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *