20 April 2021
  • 20 April 2021
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Selegram Millen Cyrus Diciduk, Terkait Kasus Narkotika

Selegram Millen Cyrus Diciduk, Terkait Kasus Narkotika

By on 24 November 2020 0 167 Views

Millen Cyrus menangis saat memberikan keterangan pers saat polisi melakukan gelar perkara atas kasus narkoba yang menjeratnya di Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Senin (23/11/2020).

ROC — Pada Sabtu pekan lalu, selebgram yang juga keponakan dari penyanyi Ashanty, Millendaru atau juga dikenal Millen Cyrus ditangkap Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok karena terjerat kasus narkoba.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, terungkap detik-detik Millen digerebek oleh polisi. Di dalam kamar berukuran kecil, Millen tampak duduk pasrah di kasur. Sementara polisi bertubuh besar di hadapannya minta agar Millen lebih kooperatif.

“Kami dari kepolisian. Taro taro,” kata si petugas minta agar Millen meletakkan ponsel di kasur.

Sementara Millen menuruti perintah si petugas tersebut. Sesekali dia merapikan rambutnya.

“Saya periksa ya. Ini saya ambil ya, ada lagi nggak?” tanya si petugas apakah ada ponsel lain.

“Nggak, hanya itu,” jawab Millen Cyrus.

Dari kamar, Millen Cyrus kemudian digiring ke ruang tengah. Di sana sudah ada beberapa anggota polisi yang sedang menginterogasi satu orang lagi.

Millen Cyrus dibekuk polisi di sebuah hotel di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok pada Minggu (22/11/2020). Dari penangkapan itu, polisi menemukan sabu sisa pakai seberat 0,3 gram berikut alat isapnya dan satu botol minuman keras.

Tak sendiri, Millen juga diamankan bersama lelaki berinisial JR. Polisi saat ini tengah memburu dua orang lainnya yang sempat memakai sabu bersama Millen di kamar tersebut.

DPR Ingatkan Polisi Bijak Tempatkan Sel Millen Cyrus

Sementara itu, wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengingatkan kepolisian agar bijak dalam menempatkan sel tahanan tersangka Millen Cyrus, terutama bila memperhatikan aspek-aspek kejiwaan yang bersangkutan.

“Jadi kalau untuk kasus Millen ini, polisi harus bijak saat melakukan penanganan, khususnya terkait gender. Salah satu yang jadi kebingungan atas kasus ini kan, sekarang terkait penempatan sel. Di mana, mungkin secara fisik Millen ini laki-laki, namun jiwanya perempuan. Nah, ini perlu sangat dipertimbangkan faktor kejiwaan-nya,” ujar Sahroni kepada wartawan di Jakarta, Senin (23/11).

Lebih lanjut, Sahroni menyebutkan berbagai faktor pertimbangan lain yang harus dilihat aparat penegak hukum sebelum menentukan penempatan sel bagi Millen Cyrus.

“Ya, ada berbagai faktor lain, seperti keamanan. Karena kan, yang bersangkutan ini penampilannya sudah perempuan. Jadi, apakah dia akan terganggu. Tidak hanya kenyamanan, tapi juga keamanannya juga. Kalau ditempatkan di sel laki-laki? Nah, polisi perlu konsultasi juga dengan Psikolog. Selama proses ini, baiknya Millen ditempatkan di sel khusus, supaya aman,” kata Bendahara Umum DPP Partai Nasdem itu.

Terakhir, Sahroni juga menyampaikan bahwa Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly mengeluhkan kelebihan kapasitas penjara oleh pengguna narkoba.

Maka sebaiknya, menurut Sahroni, pengguna narkoba ditangani oleh pusat rehabilitasi dibandingkan dipenjara.

“Menurut saya sih, kan sekarang juga penjara di mana-mana udah over-capacity, lebih baik pengguna narkoba itu direhab. Agar bisa direhabilitasi juga kejiwaan dan aspek psikologisnya. Lagi pula orang pakai narkoba, kan enggak langsung sembuh di penjara,” pungkasnya.

(red)

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *