26 October 2020
  • 26 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Selain Surat Jalan, BJPU Juga Buat Surat Bebas Covid-19 Untuk Joker

Selain Surat Jalan, BJPU Juga Buat Surat Bebas Covid-19 Untuk Joker

By on 18 July 2020 0 105 Views

ROC – Brigjen Pol Prasetijo Utomo (BJPU) nampaknya benar-benar menjadi sosok penentu dalam lolosnya Djoko Tjandra. Selain membuat surat jalan untuk buron pengalihan hak tagih Bank Bali itu, BJPU pun ternyata ikut berperan dalam keluarnya ‘surat sakti’ lain yakni surat keterangan bebas Covid-19 yang dikeluarkan Pusdokkes Polri.

Djoko Tjandra pun mengantongi dua surat penting yang akhirnya bisa membuatnya wara-wiri sampai melarikan diri lagi ke luar negeri dengan santainya.

Dilansir dari pojoksatu, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono kepada wartawan di Mabes Polri, Jumat (17/7) mengatakan, saat itu, Brigjen Prasetijo memanggil dokter ke ruangannya.

Di ruang kerjanya itu, dokter diminta melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap dua orang yang kala itu bersama sang jenderal.

Dokter dari Pusdokkes itu juga sama sekali tak mengenal kedua orang tersebut. Hal itu terungkap dalam pemeriksaan dokter dimaksud oleh Divisi Propam Polri.

“Memang benar jadi dokter tadi dipanggil oleh BJPU, kemudian di ruangannya sudah ada dua orang yang tidak dikenal sama dokter ini,” beber Argo.

Dokter pun menurut dan melakukan pemeriksaan kesehatan dengan metode rapid test sesuai dengan perintah Brigjen Prasetijo.

“Setelah rapid dinyatakan negatif kemudian dimintakan surat keterangannya. Hanya sebatas itu,” terang mantan kabid Humas Polda Metro Jaya ini.

Berdasarkan pemeriksaan Divpropam Polri, dokter dimaksud mengaku tidak tahu dan tidak kenal bahwa salah seorang yang diperiksa itu adalah Djoko Tjandra.

“Jadi dokter tidak mengetahui (itu Djoko Tjandra), tetapi disuruh membuat namanya ini, untuk membuat namanya JC (Joko Candra),” ungkap dia.

Argo menambahkan, sejatinya Divpropam Polri juga akan memeriksa Brigjen Prasetijo.

Akan tetapi pemeriksaan itu batal dilakukan lantaran jenderal bintang satu itu mendadak jatuh sakit dan masih dalam perawatan medis.

“Pak Prasetijo sementara ini masih dalam perawatan di RS Kramat Jati,” tutur Argo.

Berdasarkan pemeriksaan, Brigjen Prasetijo didiagnosa mengalami tekanan darah tinggi.

“Tensi darahnya tinggi dan dari dokter tidak mengizinkan untuk berdiri maupun untuk ikut serah terima,” sambungnya.

Naiknya tensi darah sang jenderal itu, kata Argo, terjadi sejak Rabu (15/7).

“Sampai saat ini belum tuntas, belum selesai pemeriksaannya dari pada Pak Prasetijo ini, ditunggu saja, ini tetap berlanjut,” pungkas Argo. (Red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *