7 July 2020
  • 7 July 2020
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Selain Menunda Penerbangan Langsung Dari Dan Ke China, Ini Hasil Ratas Yang Lain

Selain Menunda Penerbangan Langsung Dari Dan Ke China, Ini Hasil Ratas Yang Lain

By on 4 February 2020 0 115 Views

Jakarta, ROC — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat terbatas (ratas) terkait dengan wabah virus corona, di Bandara Halim Perdanakusuma pada Minggu (2/2). Rapat terbatas yang digelar usai ratusan warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China, menjalani observasi di Natuna itu, dihadiri oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Idham Azis, Kepala BIN Budi Gunawan, Menko Polhukam Mahfud Md, Menkominfo Johnny G Plate, Menko PMK Muhadjir Effendy, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Menkum HAM Yasonna Laoly, Menparekraf Wishnutama, dan Kepala BNPB Letjen Doni Monardo.

“Hasil rapat terbatas yang disepakati, yaitu Indonesia menutup pintu untuk sementara bagi China,” ujar Menlu Retno, yang ditugaskan Jokowi untuk mengutarakan hasil ratas.

Lebih jauh dijelaskan, awalnya evakuasi dilakukan pemerintah Indonesia untuk WNI yang berada di Wuhan. Kota itu diketahui menjadi pusat awal mewabahnya virus corona. Total ada 238 WNI yang dievakuasi yang tiba di Batam, termasuk 5 anggota tim pendahulu yang dibawa dari Wuhan ke Batam. Mereka akan melalui masa observasi selama 14 hari di Natuna. Selain itu, ada 42 anggota tim penjemput yang akan menjalani observasi tersebut.

“Total orang yang akan menjalankan observasi selama 14 hari adalah 285. Sampai saat ini Alhamdulillah mereka dalam kondisi sehat dan bila nanti tidak terindikasi apapun, para WNI itu akan kembali ke keluarga masing-masing,” jelas Menlu Retno.

Menlu Retno juga menyampaikan, beberapa hal penting terkait dengan wabah virus corona. Keputusan pertama mengenai penerbangan langsung dari dan ke China daratan akan ditunda untuk sementara mulai Rabu (5/2) pukul 00.00 WIB.

Selanjutnya, semua pendatang yang tiba dari Mainland China dan sudah berada di sana selama 14 hari untuk sementara tidak diizinkan untuk masuk dan melakukan transit di Indonesia.

“Kebijakan pemberian fasilitas bebas visa kunjungan dan visa on arrivals untuk warga negara RRT yang bertempat tinggal di Mainland China untuk sementara dihentikan,” tambah Retno.

Selain itu Menlu Retno juga menyebutkan bila pemerintah meminta seluruh WNI untuk sementara tidak melakukan perjalanan ke China. Namun demikian Menlu Retno tidak menyebutkan sampai kapan keputusan ratas tersebut akan dicabut.

(idj/idj)

Foto : dok Biro Setpres

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *